Setelah Dua Tersangka, Kembali Kejari Depok Tetapkan  Satu Tersangka ” WI ”  Korupsi Damkar

Setelah Tetapkan  Dua Tersangka, Kembali Kejari Depok Tetapkan  Satu Tersangka Atas Nama ” WI ”  Korupsi Damkar

Platmerahnews.com,Depok-
Setelah dua orang tersangka ditetapkan yakni mantan Sekretaris Dinas Damkar berinisial AS dan A Bendahara Pengeluaran Pembantu, Kejari Kota Depok  kembali tetapkan  Satu pegawai Dinas Damkar dan Penyelamatan Kota Depok initial WI sebagai tersangka kasus  Korupsi Damkar Depok.

Bacaan Lainnya

Kajari menetapkan satu orang tersangka  WI status PNS pada Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan Kota Depok sebagai Pejabat Pengadaan pada saat terjadinya  tindak pidana korupsi belanja Seragam PDL serta Sepatu PDL Damkar Depok  Anggaran 2017-2018..

“WI dituding melanggar Pasal 2 atau Pasal 3 UU tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) juncto Pasal 55 KUHP ,” jelas Kajari Depok Sri Kuncoro di Depok, Kamis, (06 /01/2022).

Sri Kuncoro menyebutkan, total  ada 3 (tiga ) tersangka dalam perkara Korupsi di Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan Kota Depok.

Sri Kuncoro menjelaskan, dua tersangka tindak pidana korupsi belanja seragam PDL dan sepatu PDL Damkar Depok pada  tahun anggaran 2017-2018 yakni AS selaku Pejabat Pembuat Komitmen dan Mantan Sekretaris Dinas Damkar dan Penyelamatan Kota Depok Depok serta WI selaku Pejabat Pengadaan.

“Estimasi kerugian keuangan negara yang dilakukan oleh kedua tersangka tersebut berkisar Rp 250.000.000.” papar Sri Kuncoro

Sementara untuk korupsi pemotongan gaji pegawai Dinas Damkar dan Penyelamatan Kota Depok dengan Tersangka berinisial A yang  saat itu menjabat sebagai Bendahara Pengeluaran Pembantu.

Akibat pemotongan gaji pegawai Dinas Damkar Kota Depok negara rugikan  sebesar Rp 1,1 miliar. A disangkakan melanggar Pasal 2 atau Pasal 3 atau Pasal 9 UU Tipikor.

“Untuk kedua klaster perkara tersebut  Jaksa Penyidik  Kajari  Depok  akaan bekerja secara profesional dan proporsional.” Jelas Sri Kuncoro.

Sri Kuncoro menambahkan,2 ditahun 2022 ini pihaknya selain melaksanakan kegiatan penindakan, ia juga akan mengoptimalkan dan memprio ritaskan berbagai upaya pencegahan agar tidak terjadi lagi tindak pidana korupsi seperti di Dinas Pemadan Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok ini.

“Jadi program pencegahan lebih diprioritaskan, jika sudah diingatkan namun masih tetap membandel melakukan penyimpangan maka, akan dilakukan upaya penindakan secara proporsional dan profesional tentunya”.papar Sri Kuncoro .

Menurut Sri Kuncoro tahun 2022 ini, Kajari Depok selain melakukan pendampingan melalui Jaksa Pengacara Negara sebagaimana yang telah dilaksanakan pada tahun-tahun sebelumnya ,pihaknya  tahun ini, juga melakukan terobosan upaya pencegahan korupsi melalui bidang intelijen dengan mengoptimalkan kegiatan  penyuluhan-penerangan hukum.

Dikatakan,” Sebelumnya pihaknya menggunakan metode  satu arah diganti dengan metode kelompok diskusi terarah atau dikenal sebagai Focus Group Discussion (FGD),” pungkas Sri Kuncoro.(*)

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *