Fungsi Gendang Ngarak Pada Upacara Pernikahan Adat di Langkat

PLATMERAHNEWS.COM || MEDAN || Dalam masyarakat Karo Langkat, kesenian merupakan hal yang tidak pernah lepas dari kehidupan.

Musik tradisional telah diwariskan secara turun temurun dan digunakan baik untuk hiburan maupun

yang dipertahankan sebagai ritual. Secara umum, musik tradisional pada suatu daerah dipengaruhi

oleh 3 faktor yaitu seniman nya, musik itu sendiri, dan juga masyarakatnya. Apabila musik yang ada

sejak dahulu dianggap tidak lagi cocok untuk masyarakat yang sekarang baik itu secara konteks

ataupun secara selera, maka dengan sendirinya musik tersebut akan ditinggalkan dan perlahan

dilupakan. Contoh nyata adalah gendang binge “Gendang ngarak”.

Gendang ngarak merupakan sebuah nama reportoar yang dimainkan ensambel musik tradisional

Karo Langkat (gendang binge). Reportoar tersebut dimainkan khusus untuk mengiringi (ngarakken)

pengantin untuk masuk dari

halaman luar menuju ke dalam jambur (tempat berlangsungnya acara) pada upacara

pernikahan adat Karo di Langkat).

Upacara pernikahan adat Karo di Langkat terdiri dari beberapa tahap inti;Ngukati (sarapan), Rose

(berpakaian adat), Ngarakken pengantin (mengiringi pengantin), Runggu anak beru (musyawarah

pembayaran utang adat), Nggalari utang adat (pembayaran mahar), Adu pengantin (acara pengantin

bernyanyi), Man simbelin

(makan siang) ,Ngerana (memberikan kata ajar/nasihat).

Ngarakken pengantin (mengiringi pengantin) merupakan sesi mengiringi/menghantar pengantin

untuk masuk dari halaman depan jambur (tempat

berlangsungnya upacara menuju ke dalam. Dibawah tahun 1990 sebelum adanya

musik keyboard, ngarakken pengantin dimulai dari rumah orang tua pengantin perempuan ke

tempat berlangsungnya upacara pernikahan. Namun setelah tahun 1990, Ngarakken pengantin

langsung dilaksanakan dari halaman depan sampai ke

tengah jambur untuk dikelilingi sambil menari oleh sangkep nggeluh.

Musik gendang ngarak ini dimainkan dengan menggunakan ensambel gendang binge (ensambel

musik Karo Langkat) yang terdiri dari sarune sebagai pembawa melodi, gendang , gendang anak

sebagai pembawa ritme, serta gung & penganak sebagai pembawa tempo.

Bapak Husin Sitepu yang merupakan pemain sarune binge senior di Langkat, gendang ngarak terdiri

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *