Ketertarikan Kaum Millenial Terhadap Musik Tradisi Batak Toba di Kota Medan

Artikel Teknik Penulisan Karya ilmiah oleh : Mahasiswa Universitas Sumatera Utara, Jurusan Etnomusikologi.

PLATMERAHNEWS|| MEDAN ||Musik tradisional adalah musik yang berkembang secara berkesinambungan di dalam suatu kelompok masyarakat. Suatu musik dapat dikatakan musik tradisional jika status musik tersebut mentradisi didalam suatu kelompok masyarakat. Di dalam masyarakat, musik tradisi pasti akan selalu mengalami perubahan seiring dengan perkembangan ruang dan waktu serta kebutuhan masyarakat pendukungnya.

Dewasa ini tampaknya semangat anak muda untuk mempelajari musik tradisional telah tumbuh kembali, hal ini tentu merupakan fenomena siklus budaya di bidang musik yang artinya ada titik dimana masyarakat khususnya kaum millenial menginginkan sesuatu yang lama namun dalam konsep yang kekinian, walaupun tidak dapat dipastikan bahwa semua kaum millenial Batak Toba telah tertarik dengan musik tradisional, tetapi kita dapat melihat dari segi banyaknya anak muda yang terlahir dalam upaya pelestarian musik tradisional Batak Toba.

Kesulitan generasi muda Batak di wilayah urban untuk mempelajari musik tradisi Batak Toba adalah lingkungan yang tidak kental dengan budaya sehingga informasi untuk mempelajari musik tradisi sangat kurang. Namun, zaman sekarang anak muda dapat memperoleh informasi dari berbagai media sosial mengenai perkembangan tradisi dan kebudayaan sehingga besar kemungkinan anak muda yang sudah lahir di kota mampu mempelajari musik tradisional. Yang menjadi pertanyaan adalah apakah dengan media sosial semua pengetahuan akan tradisi kebudayaan masyarakat dapat di cari? Sebenarnya tempat untuk mencari informasi itu ada hanya saja banyak pengetahuan budaya lokal yang masih tersimpan di generasi pendahulu. Untungnya para generasi muda tidak dapat bersusah payah mencari informasi melalui media sosial melainkan bisa mencari informasi melalui buku-buku hasil penelitian seputar kebudayaan yang di dokumentasikan oleh para akademisi budaya seperti dalam bidang antropologi, sosiologi, dan etnomusikologi.

Perkembangan musik batak dikalangan anak muda dimulai dengan kemunculan sebuah grup pelestari musik batak yang awalnya begerak di Kota Medan yang di kenal dengan nama “ Sitohang Bersaudara” . Sesuai dengan namanya grup ini terdiri dari kakak beradik yang sama-sama mencintai musik Batak Toba yaitu, Martogi Sitohang, Hardoni Sitohang, dan Martahan Sitohang. Grup ini kemudian bekontribusi dalam upaya pelestarian budaya dengan terjun langsung ke Industri Musik Batak, membuat workshop, maupun ikut terlibat sebagai tenaga pengajar di sejumlah Universitas Di Sumatera Utara. Kehadiran mereka menjadi langkah awal untuk menunjukan kepada kaum muda bahwa Musik Tradisional Batak Toba dapat menjadi media untuk berkreasi dan berekspresi. Hal ini tentu mematahkan stigma masyarakat yang beranggapan kalau Gondang Batak hanya dapat dipergunakan dalam upacara adat saja.

Seiring dengan perkembangan tekhnologi tentu sangat mempengaruhi budaya kita tidak terkecuali terhadap musik termasuk musik tradisional. Musik yang hits saat ini musik pop dan musik luar namun seiring perkembangan jaman kaum muda milinial dapat berkreasi membuat musik pop dipadu dengan musik tradisional yang membuat kaum muda semakin menyukai musik-musik tradisi adanya warna musik yang baru, secara tidak kita sadari kreasi dari anak muda jaman milinial ini dapat memperkenalkan pada kaum muda untuk mengembangkan dan mempertahankan tradisi-tradisi daerah karena jaman sekarang anak-anak muda sudah meninggalkan musiktradisional dan beralih ke musik popular, dengan kreasi baru membuat membuat anak muda mencintai tradisinya yang kaya akan budaya. Dari hasil survey wawancara dengan anak muda yaitu mahasiswa yang kami lakukan mereka mengatakan bahwa musik tradisional itu sebenarnya mudah dipelajari namun anak muda sekarang tidak mau dikatakan kuno jika menyanyikan lagu daerah saja,tetapi dengan perpaduan kolaborasi lagu pop dan daerah membuat lagu itu semakin dinikmati dan disenangi kaum muda,karena memiliki keindahan tersendiri,sehingga kami anak muda lebih menyukai musik-musik yang nampak kuno namun keren dengan lagu kreasi baru saat ini.

Dari pengamatan mungkin ketertarikan kaum milenial terhadap musik tradisinal dikarenakan beberapa hal yaitu anak-anak sudah di ajarkan dan diperkenalkan orang tua maupun guru sedini mungkin, musik tradisional adalah musik yang mudah dipelajari di kehidupan sehari-hari kita bisa menggunakan sebagai hiburan ,pengenalan instrumen musik tradisional ini dengan cara pengenalan pembuatan alat musik dan cara menggunakannya,kemudian adanya ruang dari orang tua yang memacu anak agar musik tradisional dapat di kembangkan dan dilestarikan.

Disamping ketertarikan kaum milenial dengan musik tradisional terdapat pula kesulitan yang dialami untuk mengembangkan musik tradisional. Salah satu yang sangat terlihat adalah kurangnya kemampuan guru tentang musik tradisional sehingga kita kesulitan dalam mempelajarinya akibat kurangnya minat untuk mempelajari musik tradisi sehingga lama kelamaan yang mengerti tentang musik tradisi hampir punah,maestro musik tradisi sudah sangat langka saat ini. Namun andaikata ada pemain musik tradisional saat ini yang ada sesepuh atau yang sudah tua, inilah yang mengkhawatirkan musik tradisi berangsur –angsur akan punah jika tidak dilestarikan, namun saat ini pemerintah telah mengembangkan kembali tradisi menjadi warisan nusantara bahkan warisan dunia. Dari mengamatan yang kami lakukan katakan saja di kota medan pembuatan alat musik sungguh sulit kita cari dan justru alat musik tradisional kita jumpai ada di pedesaan seperti di samosir.

Untuk tetap menjaga warisan budaya sebagai generasi milenial harus mampu melestarikan dan mau belajar bagaimana membuat dan menggunakan alat musik tradisional, dengan kemampuan menggunakan alat musik tersebut kita semakin menyukai musik tradisi sekaligus kita melestarikannya dan berkesinambungan untuk anak cucu kita kelak. Dengan melestarikan musik tradisional dapat menghidupkan kembali suasana tradisional di dalam kehidupan kita yang damai, dengan kata lain budaya bangsa adalah menunjukkan identitas suatu bangsa kita, negara indonesia yang kaya akan budaya sebagai kaum milenial wajib melestarikan budaya agar dunia menghargai dan mengenal indonesia. Mengembangkan musik tradisi kita harus berinovasi dan kreatif sebagai anak milenial. Kita tahu tanpa musik tradisi maka musik modern tidak pernah ada karena musik modern bersumber dari musik tradisional,kaum muda generasi penerus kaum milenial berpotensi untuk berinovasi dalam pengembangan musik tradisional nusantara salah satunya tradisi batak toba, musik tradisional yang akan di wariskan ke generasi berikutnya.

Dalam pelestarian musik –musik tradisi di jaman milenial saat ini perlu adanya langkah-langkah yang harus dilakukan agar tetap diminati kaum muda dan tetap lestari ,kita mengetahui bahwa pemain-pemain musik tradisional itu banyak sudah lanjut usia, karena kaum muda kurang meminati musik tradisi,oleh karena itu saat ini sangat diharapkan sebagai penerus dan pewaris budaya ikut melestarikan,mencintai musik tradisi dikalangan muda dan mempelajarinya sehingga tidak punah.

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *