Dampak COVID-19 Terhadap Pelajar Online Bagi Mahasiswa Seni Musik

Oleh : RYANDI HUTAGALUNG

PLATMERAHNEWS.COM || MEDAN || Kurang lebih 1,5 tahun stay at home ( tinggal dirumah ) dan Work From Home ( bekerja dari rumah) serta E-Learning bagi Mahasiswa sesuai dengan program pemerintah untuk memutus rantai pandemi covid-19 ( corona virus disease ) yang sangat mematikan orang kalau sudah kena virus tersebut, Bukan hanya di Indonesia tapi diseluruh dunia. Karena adanya virus ini, aktivitas masyarakat dan terutama mahasiswa seni musik jadi mengalami kendala dalam hal pembelajaran praktek yang dulunya dapat dilakukan secara langsung kini dilakukan secara daring.
Dampak pandemic covid 19 bagi masiswa seni musik.

Pembelajaran online berdampak positif dan negatif bagi mahasiswa. Adapun dampak positif pembelajaran online yaitu bisa mendapatkan materi dengan mudah dan belajar mengevaluasi pembelajaran sendiri. Adapun dampak negatif dalam pembelajaran online antara lain tidak semua peserta didik memiliki fasilitas yang menunjang kegiatan pembelajaran daring, akses jaringan dan perangkat yang tidak mendukung. Sesuai dengan hasil penelitian bahwa 100% menyatakan bahwa jaringan adalah kendala yang umumnya terjadi, 90% mahasiswa mengalami kesulitan memahami materi secara online. Jadi dampak positif pembelajaran online adalah memudahkan mahasiswa untuk mendapatkan materi dan dampak negatif adalah fasilitas yang kurang mendukung terutama bagi masiswa seni musik yang tidak memiliki alat musik untuk melakukan praktek sesuai dengan anjuran mata kuliah.

Selain dampak pembelajaran online, ada beberapa keuntungan dalam belajar online yaitu bisa didengarkan dimana saja dan kapan saja, tidak dibatasi olehwaktu atau ruang. Hambatan yang terjadi pada pembelajaran online dikelompokkan menjadi ekternel seperti keterbatasan kuota internet terutama mahasiswa yang dari desa, mengakibatkan keterbatasan dalam penyampaian materi yang dilakukan oleh dosen, ketersediaan perangkat atau sarana & prasarana serta fasilitas yang minim, adapun faktor internalnya adalah kurangnya pemahaman terhadap materi yang diajarkan, adanya kegiatan lain dimana mereka harus belajar untuk membantu perekonomian keluarga serta pentingnya menjaga kesehatan (Hariyanti et al., 2020).

Pembelajaran musik di masa pandemi ini elemen-elemen penting seperti gestur, touching serta sound quality tidak dapat direpresentasikan secara maksimal dalam pembelajaran daring. Belum lagi dengan kurang ketersediaan sarana dan prasarana pada siswa yang kurang memadai seperti perangkat komputer atau handphone, jaringan internet yang kurang stabil, serta perangkat elektronik lainnya juga merupakan faktor penghambat dalam pembelajaran musik secara daring.

Langkah-langkah dan Tindakan Untuk Mengatasi Masalah.

1. Pemerintah
Pemerintah pada saat ini sudah berubah kebijakan dari Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) menjadi kondisi NEW NORMAL dengan protokoler yang ketat berdasarkan kebijakan social distancing atau physical distancing yang menjadi dasar pelaksanaan belajar dari rumah dengan pemanfaatan teknologi sebagai media pembelajaran yang secara tiba-tiba, tidak heran membuat tenaga pendidik dan peserta didik kaget termasuk orang tua. Dari berbagai keluhan diatas dapat menjadi tantangan bagi para tenaga pendidik, bagaimana cara mereka tetap memberikan motivasi kepada peserta didik dalam melakukan pembelajaran online ini. Seorang tenaga pendidik harus mampu menginovasi dirinya dan peserta didik, maksudnya guru/dosen disini harus mampu membangkitkan semangat motivasi peserta didik dengan penjelasan materi dan tugas yang berbeda dengan berbagai metode belajar yang menarik.
KEMENDIKBUD beserta pemangkuh kepentingan lainnya memberi subsidi kuota internet untuk mahasiswa dan dosen. Walaupun pemerintah sudah berusaha semampu mungkin untuk membantu proses PJJ, tetapi dengan banyaknya keluhan yang ditunjukkan kepada pemerintah dalam kegiatan menyempurnakan PJJ tersebut, diharapkan kedepannya pemerintah dapat lebih memperhatikan para mahasiswa dan/atau pelajar yang bertempat tinggal di pelosok daerah dan dapat memberikan bantuan lain yang kiranya akan membantu mereka dalam mengikuti PJJ dan diharapkan pemerintah dapat mempertimbangkan kembali pembagian proporsi kuota bantuan internet agar memiliki jumlah yang sama rata sehingga dapat digunakan secara utuh dan tidak terbuang percuma.

2. Orang Tua
Dari sisi orang tua memang paling berat, karena memikirkan biaya untuk kehidupan sehari-hari ditambah harus memperhatikan mendampingi anak-anak untuk belajar, mungkin harus menambah biaya untuk pulsa, agar anak-anak tetap jalan belajar dengan daring. Orang tua harus mampu bertransformasi dan berdaptasi terlebih dahulu, sehingga orang tua mampu menjadi pendamping atau mentor perubahan bagi anak-anaknya di rumah. Dimasa pandemi ini menjadi sebuah peluang untuk menyadarkan setiap orang tua bahwa beban pendidikan anak tidak bisa hanya diserahkan pada guru/dosen semata. Pembelajaran sesungguhnya merupakan proses pengubahan sikap dan perilaku seseorang melalui upaya pengajaran dan pelatihan.Orang tua yang menjadi mentor dan pendamping di rumah merupakan role model perubahan sikap bagi siswa dalam berperilaku dan menghadapi permasalahan saat ini. Orang tua harus mampu belajar kembali bersama anak-anak di rumah. Sekaligus, menanamkan pola berpikir yang positif sehingga menghadapi pandemi ini, sebagai sebuah pola hidup baru yang harus dibiasakan untuk dijalani karena menjadi New Normal walaupun dengan protokoler yang ketat.

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *