Konsorsium Nasional Pemantau Tambang dan Agraria (KONUTARA) Menolak Kegiatan PT. TIRAN MINERAL Beroperasi di Wilayah  Lasolo Kabupaten  Konawe Utara

PLATMERAHNEWS.COM || KENDARI || Sorotan Terhadap PT Tiran Mineral seakan tak ada habisnya, kali ini datang dari Lembaga yang tergabung dalam Konsorsium Nasional Pemantau Tambang Dan Agraria (Konutara), Rabu 10 November 2021.

Bacaan Lainnya

Dalam Konferensi Pers yang bertempat di salah satu Warkop di Kendari, Konutara Menegaskan Menolak kegiatan yang dilakukan oleh PT Tiran Mineral di wilayah Lasolo Kepulauan Konawe Utara, pasalnya Konutara menilai PT. Tiran Mineral tak masuk dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan tak masuk kawasan Proyek Strategis Nasional (PSN).

Ketua Umum P3D Konut Jefri mengatakan aktivitas PT Tiran Mineral hari ini menurutnya tidak sesuai rencana yang seharusnya perusahaan melakukan pembangunan smelter malah melakukan penambangan dan aktivitas penjualan ore nikel.

“Yah seharusnya jika mereka niat membangun smelter Harus smelter bukan malah melakukan kegiatan pengapalan dan penjualan ore nikel, Apa lagi data yang kami pegang rencana Proyek Strategi Nasional Tanggal 10 Maret 2021 nama PT Tiran Mineral ini tidak masuk, melainkan hanya ada 6 IUP yang masuk dalam kawasan Rencana Pembangun Proyek Strategi Nasional,” kata Jefri.

Senada dengan hal tersebut Presidium PP Jamindo M Gilang Anugerah kembali mempertegas bahwa perusahaan PT. Tiran Mineral tidak masuk dalam Pembahasan Proyek Strategis Nasional.

“PT. Tiran Mineral sesuai kajian kami, perusahaan tersebut tidak masuk dalam Pengusulan Proyek Strategis Nasional, perlu di ketahui bahwa pengusulan IUP aktif yang masuk dalam usulan PSN hanya 6 IUP, dan PT. Tiran Mineral tidak masuk dalam usulan tersebut,” tegas Gilang

Ditempat yang sama Ketua Kapitan Sultra Asrul Rahmani menerangkan bahwa PT Tiran Mineral sesuai dengan Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan ( IPPKH) adalah untuk kegiatan pembangunan smelter, namun dugaanya di lapangan dipakai untuk Kegiatan operasi Produksi Nikel.

“Nah disini tidak ada Kesinkronan antara izin yang dikeluarkan dan aktivitas dilapangan,” ungkapnya.

Sementara itu Direktur Ampuh Sultra Hendro Nilopo membeberkan bahwa merujuk pada RTRW Kabupaten Konawe Utara wilayah Waturambaha, Kecamatan Lasolo Kepulauan tidak termaksud sebagai wilayah kawasan industri.

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *