Warga Menggugat Aplikasi Pedulilindungi

Warga  Menggugat Aplikasi Pedulilindungi
Prodak Menkominfo

Platmerahnews.com,Jakarta – Seorang warga negara berinisial MSH beserta kuasa hukumnya dari DNT Lawyers membe rikan surat keberatan kepada Menteri Komuni kasi dan Informatika (Menkominfo) selaku penyelenggara Aplikasi
Pedulilindungi Selasa (07/09/2021).

Keberatan ini merupakan hak warga negara yang diatur dalam UU No. 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerin tahan.

Surat keberatan ini diajukan MSH atas kekhawatirannya mengenai penyelengga raan Aplikasi Peduli lindungi yang diduga lepas tangan dan tidak bertanggungjawab jika terjadi adanya kerugian, seperti kebocoran data pribadi atau karena adanya pelanggaran atau akses ilegal.

Hal tersebut tertulis pada syarat dan ketentuan dalam aplikasi atau situs pedulilindungi.

Pada Menu Syarat Penggunaan Pedulilin dungi, pada angka 3 huruf a diatur bahwa:

“Pemerintah Republik Indonesia dan PT Teleko munikasi Indonesia, Tbk tidak bertanggung jawab atas setiap kerugian yang timbul yang diakibatkan karena adanya pelang garan atau akses tidak sah terhadap Peduli Lindungi, termasuk namun tidak terbatas pada hal-hal ataupun fitur yang terdapat dalam PeduliLindungi yang dilakukan oleh Pengguna dengan cara yang bertentangan dengan Ketentuan ini maupun ketentuan hukum yang berlaku di wilayah Republik Indonesia.”ujar MSH.

Ketentuan tersebut menu rut MSH melanggar hak nya sebagai warga nega ra Indonesia untuk mendapatkan jaminan perlindungan serta kea manan data pribadi miliknya dan hak untuk
menuntut pertanggung jawaban kepada penye lenggara aplikasi Peduli lindungi apabila dirugi kan akibat adanya pelanggaran atau akses ilegal.

“Hal ini tidak boleh dibiarkan karena apabila dibiarkan dapat menimbulkan potensi
kerugian yang besar mengingat beberapa hari belakangan ini ramai mengenai pemberitaan bocornya data pribadi warga negara.”, ujar MSH.

Ketakutan dan kekhawatiran MSH sangat beralasan mengingat dalam beberapa waktu terakhir
disebutkan telah terjadi kebocoran sekitar 1,3 juta data pengguna aplikasi Health Alert Card
(eHAC) buatan Kementerian Kesehatan.
Terlebih lagi, pada Jum’at, tanggal 4 September 2021, terjadi dugaan bocornya serti fikat vaksin Presiden Republik Indonesia di Pedulilindungi.

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *