Nenek Restan Pengais Beras di pasar Induk Jakarta Timur

Nenek Restan Pengais Beras di Pasar Induk Cipinang Jakarta Timur

Platmerahnews.com,Jakarta-Meski langkahnya terlihat berat dan  tubuhnya  semakin renta   nenek bernama Restan (53) tetap bertahan untuk mengais  rejeki. di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur.

Nenek  Restan dalam melaksanakan tugas  sebagai penyapu beras yang setiap   hari mengais butir demi butir beras ditemani sang cucu yang baru beranjak masuk ke sekolah dasar.

Sasa Nabilah (6) , itulah nama dari cucu Restan yang harus kehilangan kasih sayang dari kedua orang tuanya. “Ini habis sekolah, kan sekolahnya online. Emaknya udah meninggal pas dia umur 7 bulan dan bapaknya juga enggak pulang-pulang. Jadi sama saya aja di rumah tuh,” ungkap Restan.

Dalam usia senjanya, Restan harus menanggung beban jadi tulang punggung keluarga. Suami Restan tidak lagi bisa bekerja, ia telah lama mengidap penyakit “ambeien” yang cukup parah, namun urung dioperasi karena keterbatasan biaya.
Menanggung biaya kontrakan sebesar Rp700 ribu dalam sebulan dan beban tagihan token listrik yang harus dibayarkan, membuat Restan mau tidak mau berjuang menafkahi keluarga nya lewat mengais beras di pasar seluas 14,5 hektare itu.

“Saya tulang punggung bener-bener, Demi Allah. Kemarin sampe enggak punya duit sama sekali. Makan ada nasi tapi enggak ada lauk, Ya kita biarin lah yang penting hidup kita sehat, saya minta sehat aja sama Allah,” ucap Restan  dengan raut muka sedih.

Menjadi penyapu beras telah Restan jalani semenjak sang cucu kehilangan kedua orang tuanya. Tidak jarang, keluarga nya sangat kesulitan mempero leh makanan.

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *