Pembelajaran Daring Menjadi Solusi yang Tepat untuk Capaian Pembelajaran Saat Pandemic COVID-19

Oleh : Murni Juita B.Sitanggang,S.Pd

( Seorang Tenaga Pengajar di SMKS Ris Maduma Sumbul,Kabupaten Dairi, Sumatera Utara )

LATAR BELAKANG
Sesuai dengan Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No.4 Tahun 2020 yang menekankan pada proses pembelajaran yang dilaksanakan secara Daring demi keselamatan dan kesehatan seluruh Skateholder sekolah dan para peserta didik,Media Daring menjadi pilihan dan solusi yang tepat.
Media Daring merupakan media dalam jaringan, Daring sendiri merupakan singkatan dari dalam jaringan. Dalam konteks ini dalam jaringan merupakan jaringan online. Jaringan online merupakan sesuatu yang berhubungan dengan teknologi dan internet.
Keberadaan media dalam sebuah proses pembelajaran memegang peranan yang sangat penting. Sebagaimana diutarakan Sadiman, dkk (2008), media memiliki beragam kegunaan dalam proses pembelajaran antara lain: a) memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu verbalistis, b) mengatasi keterbatasan ruang, waktu, dan daya indera, c) mengatasi sikap pasif anak didik, dan d) membantu guru dalam memberikan pemantik yang sama, mempersamakan pengalaman, dan menimbulkan persepsi yang sama.
Salah satu bentuk media pembelajaran yang sesuai dengan kemajuan teknologi sekarang dan juga disukai oleh peserta didik adalah media sosial online. Media sosial online saat ini telah menjadi teknologi yang sangat penting untuk berbagai aspek. Baik dari aspek pendidikan, aspek sosial, aspek kebudayaan, aspek ekonomi dan lain sebagainya. Untuk aspek pendidikan, media sosial online sangat terasa manfaatnya baik untuk lembaga pendidikan, untuk pendidik, maupun untuk peserta didik.

PERMASALAHAN
Guru masih belum bisa membuat media pembelajaran interaktif yang digunakan dalam Daring.
Peserta didik mengalami penurunan dalam keaktifan, karena tidak ada media pembelajaran yang menarik.
Pembelajaran tidak dapat diikuti oleh seluruh peserta didik dikarenakan tidak memiliki HP Android dan Paket Data serta Jaringan yang tidak terjangkau di daerah tempat tinggal peserta didik.
Media pembelajaran yang monoton membuat pembelajaran tidak belangsung seperti yang diinginkan.

PERBAIKAN

Persiapan
1.Guru bertanya kepada teman sejawat yang bisa membuat media
pembelajaran yang menarik.
2.Guru mencari materi dan referensi untuk pembelajaran.
3.Guru mencari tutorial cara membuat video pembelajaran.
4.Guru mengikuti Bimbingan Pelatihan penggunaan Teknologi dalam
proses pembelajaran.
5.Guru membuat rencana pelaksanaan pembelajaran Daring supaya
persis seperti di ruangan kelas tatap muka yaitu dengan
menggunakan Share Screen untuk menyajikan Materi ajar dan
Breakout room untuk berdiskusi.

Pelaksanaan

1.Guru mendownload aplikasi kine master.
2.Guru membuat Power Point yang. disesuaikan dengan materi.
3.Guru membuat perekaman/Video.
4.Mendownload aplikasi Google Classroom,Google Meet,dan Zoom.
5.Menggunakan aplikasi Brekout room untuk berdiskusi.
6.Menggunakan Sharescreen saat menyajikan materi pembelajaran
maupun saat peserta didik mempresentasikan hasil diskusi atau
jawaban peserta didik.

Penutup
Setelah media pembelajaran interaktif sudah selesai didownload,maka pembelajaran Daring dapat dilaksanakan sesuai ketentuan dari sekolah masing-masing.Media Daring yang digunakan seperti:WAG,GOOGLE MEET,TAUTAN,GOOGLE CLASS ROOM,DAN ZOOM.

TANGGAPAN ORANG TUA DAN SISWA

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 Komentar

  1. Guru yang Baik adalah Sosok yang mau iklas dan setulus hati Mengabdi untuk Mencerdaskan anak didiknya meskipun di masa pandemi saat ini. Semangat Guru Indonesia…..