Faktor Pendorong KPK dan ICAC “Sukses” Berantas Korupsi

Penulis : Raffy Hendrawan

PLATMERAHNEWS.COM

Oleh: Raffy Hendrawan

Bacaan Lainnya

Berkat dukungan dan kepercayaan banyak pihak, termasuk media dan masyarakat, KPK terhindar. Oleh karena itu, KPK perlu membalas kepercayaan masyarakat dengan meningkatkan prestasi dan memperbaiki kekurangan yang ada. Upaya luar biasa harus dilakukan agar KPK dapat memberantas korupsi dalam skala yang lebih besar dan lebih efektif. Independensi KPK harus dijaga, serta fungsi koordinasi dan pengawasan dengan lembaga penegak hukum lainnya seperti kejaksaan dan kepolisian harus diperkuat. Dukungan politik Presiden dan Republik Rakyat Demokratik Korea mutlak diperlukan untuk mendukung dan memperkuat KPK. Komitmen Presiden Joko Widodo untuk selalu mendukung KPK perlu dipantau dan diwujudkan, terutama terhadap segala upaya pelemahan KPK. Di sisi lain, DPR seharusnya menjadikan KPK sebagai mitra pemberantasan korupsi, bukan menjadikannya musuh yang harus diberantas.

Korupsi adalah masalah tersembunyi yang tampaknya merajalela di negeri ini. Banyak kasus korupsi yang terungkap silih berganti. Pejabat korup sejati bukan hanya politisi. Beberapa di antaranya adalah pengusaha, pejabat pemerintah, aparat penegak hukum, polisi, aktivis media, bahkan seniman (artis). Meskipun mereka tidak bertindak secara langsung sebagai pelaku korupsi, mereka juga berperan penting dalam memberantas kejahatan ini. Korupsi profesional yang disebutkan di atas. Bahkan masyarakat modern pun mengetahui hal ini berkat segala macam informasi yang dapat dengan mudah diakses di era digital saat ini. Korupsi di Indonesia ini telah menjadi patologi sosial (penyakit sosial) yang sangat berbahaya yang mengancam seluruh aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Korupsi menyebabkan kerugian material yang sangat besar dalam keuangan negara. Namun yang lebih mengkhawatirkan adalah anggota legislatif menggunakan studi banding, THR, pesangon, dll sebagai alasan untuk secara kolektif menyita dan menguras keuangan negara, di luar batas normal. Hal ini mencerminkan rendahnya moralitas dan rasa malu aparatur negara. Pertanyaannya, apakah korupsi bisa diberantas

Menurut catatan Indonesian Corruption Watch (ICW), sejak berdirinya badan tersebut, KPK telah meraih banyak keberhasilan. Dari sisi penuntutan, KPK telah melakukan sejumlah terobosan, antara lain sejumlah operasi penangkapan pelaku korupsi (OTT), dan penggunaan regulasi antikorupsi dan anti pencucian uang untuk menjebak pelaku korupsi di semua level. Peraturan. Badan tersebut juga berhasil membawa kembali oknum-oknum koruptor yang kabur ke luar negeri dan menuntut pencabutan hak politik para koruptor. Sejauh ini, penuntutan KPK terbukti 100% berhasil karena semua pelakunya.

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *