FPPI Minta Kapolri Lindungi Wartawan Jalankan Tugasnya

 

 

PLTMERAH,– Kekerasan terhadap wartawan akhir-akhir ini terus meningkat, dimana dalam beberapa pekan terakhir sudah lebih dari 3 kejadian tindakan kekerasan yang menimpa para jurnalis yang diduga karena pemberitaan.Bahkan salah satu wartawan di Simalungun tewas ditembak.

Menyoroti meningkatnya kekerasan terhadap wartawan, Ketua Presidium Forum Pers Independent Indonesia (FPII) Kasihhati, meminta Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit memberi perlindungan bagi jurnalis menjalankan profesi.

Ia juga meminta Kapolri agar memerintahkan jajarannya melindungi insan pers yang banyak terluka dan tersakiti.

“Kami bukan teroris, bukan musuh, bukan kriminal. Kami hanya menjalankan tugas. Jangan main hantam dong, jangan represif kepada kami,” pinta Kasihhati, Selasa (29/6/2021).

Ia berharap Kapolri menindak anak buahnya yang berlaku keras dan arogan kepada jurnalis yang meliput di lapangan.

FPII sebagai organisasi yang menaungi jurnalis dan perusahaan pers juga mendesak Polri untuk menyelesaikan persoalan kekerasan yang dilakukan oknum-oknum di lapangan.

Di antaranya, Sabar Aman Marpaung yang menjadi korban pengeroyokan, saat aksi unjuk rasa, baru-baru ini di Kabupaten Bogor.

“Semoga Polres Kabupaten Bogor bertindak sesuai hukum yang berlaku tanpa tebang pilih,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti perampasan alat kerja jurnalis, intimidasi, dan caci maki oleh oknum OKP di Majalengka terhadap Soleman, wartawan Fokus Berita Indonesia.

Menurutnya, Soleman diperlakukan seperti maling saat melakukan konfirmasi terhadap kepala desa di Majalengka.

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *