Mahasiswa Kesejahteraan Sosial FISIP USU Terapkan Program Pelatihan Keterampilan Menjahit Bermita Bagi Penyandang Disabilitas

 

 

Oleh : Samuel Kristian Pardede

Epidemi pandemic covid-19 masih terus berlanjut hingga saat ini dan menyisakan banyak kepiluan.
Di masa seperti sekarang ini, segala sesuatunya menjadi serba sulit. Masyarakat dituntut harus bisa beradaptasi seiring dengan perkembangan zaman.
Pandemi Covid-19 sudah berjalan selama kurang lebih 3 tahun dan mempengaruhi berbagai aspek kehidupan manusia termasuk dalam hal sosial dan ekonomi.
Masyarakat kini dibatasi dalam berinteraksi , disatu sisi kebanyakan dari masyarakat tersebut berada pada kondisi rentan dalam hal ekonomi.

SAMUEL CHRISTIAN PARDEDE (NIM 180902035) merupakan Mahasiswa Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial (IKS) FISIP USU yang memilih Dinas Sosial Pmerintah Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara sebagai Lokasi Praktik Kerja Lapangan (PKL).
Kegiatan praktikum ini berlangsung selama kurang lebih 3 bulan ,terhitung mulai dari menjelang akhir februari hingga awal juni.

Praktikum ini disupervisori oleh salah seorang dosen sekaligus ketua Departemen Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP Universitas Sumatera Utara yakni Bapak Agus Suriadi, S.Sos,M.si.
Samuel menuturkan, di bulan pertama praktikum ia terlebih dahulu menjalin kontrak dengan pihak Dinas Sosial Humbang Hasundutan sesuai dengan standar operasional praktikum yang ditetapkan kampus.
Di bulan pertama tersebut, Samuel menyebutkan bahwa ia sudah langsung diperhadapkan kepada system administrasi kesejahteraan sosial yang ada pada Dinas Sosial Pemarintah Kabupaten Humbang Hasundutan. Meski system administrasinya terbilang rumit karena masih baru memasuki tahap awal praktikum, tapi Samuel mengaku bahwa ia tidak banyak mengalami kesulitan karena ada beberapa pegawai kantor yang mau berbaik hati untuk mengajari sekaligus sebagai mentor nya selama menjalankan tugas pada kegiatan praktikum.

Pada bulan pertama tersebut, mereka disibukkan dengan kegiatan merekapitulasi dan memverifikasi data PMKS ( Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial ) yang masuk kedalam system DTKS ( Data Terpadu Kesejahteraan Sosial ). Data ini merupakan acuan bagi Dinas Sosial Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan dalam menyalurkan berbagai bantuan yang disediakan oleh Kementrian Sosial Republik Indonesia.
Disana, mereka juga melihat ratusan bahkan ribuat data PMKS ( Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial ) yang sudah di rekapitulasi dari tahun ke tahun.
Selang beberapa minggu kemudian, Samuel menyebutkan bahwa mereka Kembali disibukkan dengan kegiatan verifikasi data langsung ke lapangan bersama dengan beberapa pegawai. Adapun kegiatan verifikasi lapangan ini dimaksudkan untuk memastikan kelayakan masyarakat yang terdata pada system DTKS ( Data Terpadu Kesejahteraan Sosial ). Mereka mengadakan kunjungan kerja sekaligus melakukan verifikasi data ke berbagai kantor desa di setiap kecamatan yang tersebar di Kabupaten Humbang Hasundutan serta melakukan kunjungan langsung kepada masyarakakat yang terdata pada sistem DTKS dari rumah ke rumah.
Pada akhir bulan pertama praktikum, Samuel memillih salah seorang dari PMKS yang ada pada system data Dinas Sosial Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan untuk dijadikan klien pada mini project yang akan dia lakukan menjelang akhir praktikum.
Klien yang ia pilih untuk dilakukan intervensi adalah seorang Wanita penyandang disabilitas fisik yang hidup Bersama anak semata wayangnya setelah ditinggal mati oleh suaminya.
Di dalam data tersebut, dijelaskan bahwa wanita ini ternyata sudah cacat sejak lahir di kaki bagian kirinya. Hal ini tentu menghambat seseorang dalam beraktifitas.
Dalam hal ini , Samuel melihat dan menilai bahwa Wanita ini sangat cocok untuk dilakukan intervensi mengingat si Wanita tadi sudah kehilangan suaminya yang dalam hal ini merupakan sumebr mata pencaharian keluarganya. Dalam hal ini, Samuel berniat untuk menggali potensi Wanita disabilitas tersebut untuk kemudian dikembangkan menjadi satu usaha yang diharapkan mampu meningkatkan keberdayaannya sebagai perempuan.

Dalam membantu si klien untuk meningkatkan keberfungsian sosialnya, Samuel menggunakan tahapan assessment sebagai berikut :

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *