Ganti Rugi Untuk Tol tidak Sesuai,Guru Besar UT Keberatan

PLATMERAHNEWS.COM,DEMAK-Guru Besar Universitas Terbuka, Prof. Dr. H. Hanif Nurcholis, M.Si menilai, pembebasan tanah milik orang tuanya Hj. Rochmah yang terkena pembangunan jalan Tol Semarang – Demak melalui cara sepihak dan tidak adil oleh pelaksana pengadaan tanah.

Pasalnya, harga yang ditetapkan Penilai/Appraisal terlalu rendah dibandingkan dengan harga faktual di desa kami.

“Kami pemilik tanah sah terdampak tol sangat dirugikan dan diperlakukan tidak adil oleh Pelaksana Pengadaan Tanah,” ujar Hanif Nurcholis kepada wartawan melalui surat yang dikirimnya, Selasa (20/4/21).

Ia menduga PT. PP (Persero) Tbk, PT. Wijaya Karya (Persero) Tbk, dan PT. Misi Mulia Matrical sebagai pemenang lelang memperalat Panitia Pengadaan Tanah untuk menekan pemilik tanah agar bisa membebaskan tanah dengan harga semurah-murahnya untuk mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya.

“Kami menilai demikian karena berdasarkan fakta, Pelaksana Pengadaan Tanah tidak mematuhi ketentuan Perpres No. 71/2012. Pasal 66 mengatur bahwa nilai ganti kerugian
ditetapkan oleh Penilai yang dijadikan dasar musyawarah untuk menetapkan bentuk Ganti Kerugian,” terangnya.

Dijelaskan dia, Pasal 68 mengatur bahwa Pelakana Pengadaan Tanah melaksanakan musyawarah dengan Pihak yang Berhak. Ternyata praktinya ia tidak melaksanakan musyawarah. “Ia hanya menyampaikan harga secara sepihak. Pemilik tanah, camat dan kepala desa sama sekali diajak musyawarah,” urainya.

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *