Mangasi Sihombing Minta Tumpas Habis KKB-OPM

PLATMERAHNEWS.COM,JAKARTA,Pengamat politik  Internasional Mangasi Sihombing tersentak  mendengar pernyataan pers Gubernur Papua
Lukas Enembe yang dibacakan pejabat kantor gubernur
pada tanggal 29 April 2021.

Pernyataan tersebut sebagai reaksi terhadap keputusan atau ketetapan Pemerintah (Pusat) mengenai
status Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua yang ditetapkan pemerintah
sebagai organisasi teroris.

Yang mana Sang gubernur meminta
agar Pemerintah mengkaji lagi penggunaan istilah
tersebut.

Atas pernyataan tersebut,Mangasi menilai bahwa Gubernur Lukas Enembe  tidak seutuhnya sepaham
dengan Pemerintah.

Yang lebih mengejutkan lagi bahwa gubernur meminta pemerintah berkonsultasi dengan Dewan Keamanan
PBB.Hal ini berarti untuk menginternasionalisasimasalah Papua.ungkap Mangasi.

Mungkin Enembe berangan-angan seperti kasus Timor-Timur (sekarang Timor Leste) yangb berujungpada jajak pendapat yang dilaksanakan oleh PBB dan akhirnya menghasilkan kemerdekaan bagi Timor Timur.”kata Mantan Dubes Indonesia untuk Hongaria tersebut melalui pernyataan tertulisnya ke Platmerahnews.com 1 Mei 2021

Poin ini tentunya sangat disukai dan
didukung oleh pihak KKB.
Ketidak sepahaman gubernur dengan Pemerintah ini akan menguntungkan KKB,setidak-tidaknya menjadi
dorongan untuk berjuang mempertahankan
eksistensinya.

Disamping itu nampak pihak asing masih ingin mencampuri masalah dalam negeri Indonesia khususnyua Papua (Propinsi Papua dan Propinsi Papua
Barat).

Lebih lanjut mengatakan,dalam 2 tahun belakangan ini kita melihat di internet maupun postingan-postingan di medsos mengenai penampakan penampakan wajah Tuhan Yesus di langit atau awan-awan.Saya yakin bahwa penampakan ini
adalah rekayasa oleh negara asing dengan teknik artificial intelligence.

Pendeta Sadhu Sundar Selvaraj
dari Jesus Ministry yang bermarkas di Chennai, Indiap penampakanseperti ini bisa direkayasa dari jarak jauh,7 ribu kilometer.Kenapa tokoh Yesus yang ditampilkan?

Karena orang Papua memeluk agama Kristen,yang minoritas di Indonesia dan mereka ketinggalan secara
ekonomi dan sosial oleh pendatang non-kristiani.
Prof. Hikmahanto, seorang pakar hukum internasional yang menjabat rektor Universitas jenderal Ahmad Yani,
Cimahi menilai sebutan organisasi teroris kepada KKB
sudah tepat.

Tentu hal ini berdasarkan ulah atau tindak tanduk KKB selama ini, yang bukan hanya terlibat dalam
kontak senjata dengan satuan-satuan TNI, tetapi juga mebunuh warga sipil, menyerang proyek-proyek vital.
Awalnya KKB berasal dari OPM (Organisasi Papua Merdeka) bentukan Belanda dalam rangka menghadapi
NKRI dengan kekuatan satu batalyon tentara,dengan tujuan untuk memisahkan Papua dari NKRI.

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *