Penangkapan Munarman Melanggar Hukum dan Hak Azasi Manusia

 

PENANGKAPAN MUNARMAN MELANGGAR HUKUM dan HAK ASASI MANUSIA

Platmerahnews.com,Jakarta-Kelompok Solidaritas Advokat (Korsa) untuk Munarman dalam siaran pers Rabu (28/94/2921)
mengatakan,penangkapan Munarman berpotensi melanggar hukum dan Hak Asasi Manusia.

Dikatakan, Penegakan hukum tindak pidana terorisme dan penangkapan terhadap Munarman terlalu prematur, dan terkesan sangat dipaksakan.

” Bahwa benar tindak pidana terorisme sebagai extra ordinary crime, akan tetapi upaya tersebut wajib tetap menghormati hukum dan menjunjung tinggi harkat martabat sebagai manusia.”ungkapnya.

Menurut Kelompok Solidaritas Advokat (Korsa) untuk Munarman, dalam rilis pers, sehubungan dengan tindakan Densus 88 Anti Teror yang telah mempertontonkan kesewenang-wenangan, melanggar hukum dan Hak Asasi Manusia.

 

Menurut Kelompok Solidaritas Advokat (Korsa) untuk Munarman, “tindakan Aparat Kepolisian (POLRI) termasuk Tim Densus 88 Anti Teror sangatlah sewenang-wenang, melanggar hukum dan Hak Asasi Manusia; Persangkaan, upaya paksa penangkapan dan penyitaan barang yang dilakukan terhadap Sdr. Munarman telah menyalahi prosedur, prinsip hukum dan dilakukan secara represif adalah merupakan preseden buruk yang tidak perlu dipertontonkan.” tambahnya

Dugaan pelanggaran hukum dan HAM dalam peristiwa penang
kapan Sdr. Munarwan setidaknya telah melanggar Pasal 28 ayat (3) Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018.

Pasal 28 ayat (3) Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018, menyatakan: bahwa pelaksanaan penangkapan orang yang diduga melakukan Tindakan Pidana Terorisme yang dimaksud pada ayat (1) dan (2) harus menjunjung tinggi prinsip Hak Asasi Manusia.

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *