Pernyataan Sikap Baranusa Terkait Kencangnya Isu Reshuffle Kabinet Jilid II.

 

Bahwa oligarki parpol dan pengusaha sudah GAGAL menyelamatkan kondisi negara dari pandemi covid-19 hingga situasi krisis, bahwa kabinet bentukan oligarki parpol dan pengusaha tidak benar-benar murni bekerja demi kepentingan rakyat dan negara.

Platmerahnews.com,Jakarta-Isu Reshuffle kabinet di pemerinta
han Jokowi-Ma’ruf Amin kembali kencang. isu reshuffle tersebut mencuat setelah DPR menyetujui dibentuknya penggabungan Kemendikbud dengan Kemenristek, dan pembentukan Kementerian Investasi.

Partai politik pendukung pemerintah pun ikut bersuara, salah satunya Partai Nasdem. Bahkan, relawan pendukung Jokowi yang tergabung dalam Jokowi Mania (JoMan) pun ikut mendorong terjadinya reshuffle tersebut hingga meminta lima nama menteri dipecat lantaran tidak sejalan dengan visi presiden.

Disebutkan,lima nama menteri yang harus dipecat tersebut diantaranya adalah Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Pratikno, Pratikno lalu Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Menkominfo Jhonny G. Plate, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi, serta Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil.

Mensikapi hal tersebut Relawan Baranusa, yang dinahkodai Adi Kurniawan mengatakan,”Rakyat Indonesia sesungguhnya sangat menaruh harapan besar kepada Jokowi terutama rakyat yang tergolong miskin lantaran gaya kepemimpinannya yang sederhana dan merakyat.”

Dikatakan, harapan besar dari rakyat tersebut juga digantung
kan kepadaJokowi karena dianggap memiliki gaya kepemim
pinan yang berbeda dari presiden-presiden sebelumnya,
yang hanya menumpuk harta kekayaan pribadi ketimbang untuk rakyat dan negara.

Menurut Adi Kurniawan,tujuh tahun sudah pemerintahan Jokowi berumur dan berja lan ,”Namun hingga kini, dua periode sudah Jokowi memimpin negara rakyat tak puas lantaran negara tak kunjung ada perbaikan terutama di bidang ekonomi.”ujarnya.

Ditambahkan, sejak dunia diguncang bencana wabah covid-19 dihitung mulai Maret 2020 lalu, mantan walikota solo tersebut pun terlihat gagap serta seperti tak mampu mengatasi persoalan tersebut padahal kita semua tahu bahwa covid-19 ini sangat berdampak pada kondisi ekonomi global yang sudah jelas dampaknya pasti terasa bagi pembangunan ekonomi nasional dan sudah pasti sangat berdam
pak juga bagi penghidupan ekonomi masyarakat.

“Kondisi seperti ini melahirkan PHK besar-besaran, omset pedagang kaki lima menurun drastis hingga banyak diantara masyarakat menelan pahit karena kehilangan pemasu
kan.”paparnya.

Melihat kondisi negara yang sudah krisis tersebut sebenarnya sudah menjadi suatu keharusan negara hadir melalui tangan pemerintah.

“Walau tidak memuaskan akhirnya hadir dengan melakukan penanganan pencegahan tingkat kelaparan yang dirasakan rakyat akibat krisis dengan mendistribu
sikan bahan pokok Sembako dan bantuan lainnya kepada rakyat lewat tangan Kementerian Sosial Kemensos.

Tapi lagi-lagi kejinya, anggaran penanganan pencegahan yang mencapai ratusan triliun tersebut dibegal dan dirampok,Juliadi P Batubara yang merupakan kader partai politik,yakni PDI Perjuang
an.

Di berbagai daerah, para petani sendiri juga merasakan sakit dimana para petani Indonesia kesulitan mendapatkan pupuk. Padahal, petani ini perannya sangat penting dalam menyela
matkan perut rakyat di tengah badai krisis menghantam situasi negara.

Menjadi aneh dan lucu kan akhirnya, negara yang seharus
nya mendukung penuh kerja-kerja para petani dalam memberi makan rakyat kok justru malah dicekik? Gilanya pun petani Indonesia juga dicekik dengan bahan-bahan pokok yang diambil dari luar negeri alias IMPOR.

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *