Terkait Bom Bunuh Diri Makassar, BaraNusa Minta Jokowi Evaluasi BNPT, Densus 88 dan BIN

 

PLATMERAHNEWS.COM,JAKARTA-

Setelah peristiwa bom Bali I tahun 2002 dan bom Bali II tahun 2005 lalu.Indonesia masih terus diserang dengan aksi yang sama.

Aksi teror bom bunuh diri tersebut juga pernah terjadi di Sarinah, Jakarta Pusat pada tahun 2019 lalu. Bahkan di tahun 2020, aksi tersebut juga menyerang Desa Lembantongoa, Sigi, Sulawesi Tengah.

Dua hari yang lalu Minggu (28/03/2021), publik kembali dihebohkan dengan peristiwa yang sama. Dimana telah terjadi peristiwa ledakan bom bunuh diri di Gereja Katedral, Makassar, Sulawesi Tengah.

Berangkat dari berbagai kejadian peristiwa tersebut, rasanya cukup menjadi janggal apabila aksi-aksi tersebut terus-terusan terjadi padahal di bidang tersebut pemerintah sendiri sudah memiliki tiga lembaga pencegahan terorisme dan radikalisme diantaranya Badan Nasional Pencegahan Terorisme (BNPT), Densus 88 dan Badan Intelijen Negara (BIN). Bahkan dalam hal penanggulangan terorisme, BNPT sendiri memiliki anggaran cukup besar sampai berjumlah ratusan miliar rupiah. Bahkan, untuk tahun 2021 sendiri, pemerintah telah menggelontorkan anggaran untuk BNPT sebesar 515,9 miliar.

Menyikapi hal tersebut, Ketua Umum Barisan Relawan Nusantara (BaraNusa) Adi Kurniawan meminta Presiden Jokowi segera melakukan evaluasi secara serius terhadap ketiga lembaga tersebut terutama BNPT.

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *