Pernyataan Kapolri terkait Penerapan UU ITE Menjadi Angin Segar dalam Penegakan Hukum ITE


opini negatif masih hidup dan berkembang di masyarakat adalah polisi masih dianggap Subyektif dalam proses Penyildikan dan Penyidi kan (due process of law) atas para terperiksa atau tersangka.” Ujar Djudju.

Menurutnya, Polisi akan dengan mudah melakukan penangkapan dan langsung penahanan, jika sasarannya ditujukan kepada pihak oposisi ( ulama, tokoh politik, aktifis). Tidak sedikit juga para tersangka yang ditahan sampai berakibat sakit keras, bahkan meninggal dunia, seperti kasus alm.ustadz Maheer baru-baru ini.

Bacaan Lainnya

PLATMERAHNEWS.COM,JAJARTA-Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam konferensi pers usai Rapat Pimpinan TNI-Polri di Mabes Polri, Jakarta, senin (15/2), menyatakan bahwa pihaknya akan lebih selektif dan hati-hati dalam menangani kasus-kasus yang berkaitan dengan substansi dan klausul dalam Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Hanya saja, kapolri tidak memaparkan lebih detail seperti apa yang dimaksud proses seleksi pelaporan yang akan lebih diperketat itu. Bahwa Listyo juga mengakui selama ini marak terjadi diantara komponen masyarakat yang saling lapor lantaran ada pasal-pasal karet dalam UU ITE

 

Hal itu disampaikan Sekjend IKAMI (IKatan Advokat Muslim Indonesia) Djudju Purwanto kepada Platmerahnews.com dalam Relleasnya Selasa(16/02/2021).

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *