Gubernur Sumsel Tolak Pemberian Sanksi Vaksinasi Terhadap Warganya

Herman Deru: Gubernur Sumatra Selatan

PLATMERAHNEWS.COM,PALEMBANG-
Gubernur Sumatera Selatan,Herman Deru memberikan tanggapan terkait polemik pemberian sanksi terhadap warga yang menolak divaksinasi.

Dengan tegas dia menolak hal tersbut, tidak akan memberikan sanksi sebesar Rp5 juta kepada masyarakatnya yang menolak untuk di vaksinasi COVID-19 seperti yang diberlakukan Pemprov Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta.

Bacaan Lainnya

“Itu Perda atau Pergub DKI, setiap daerah punya spesifikasi tentang karakter masyarakatnya masing masing. Jadi untuk di Sumsel saya pikir tidak perlu diberikan sanksi,” tegas Deru kepada wartawan, Senin (11/1/2021).

Orang nomor satu di Bumi Sriwijaya ini menambahkan, alasan dirinya tidak memberikan sanksi terhadap masyarakat yang menolak di vaksinasi, karena dirinya berpedoman dengan undang-undang tahun 84 nomor 4 tentang vaksin dan wabah.

“Saya mengajak dan saya akan mencontohkan nanti tanggal 14 Januari 2021, bahwa saya akan menjadi orang pertama di Sumsel yang di vaksin COVID-19. Ayo, vaksin itu bukan menjaga diri sendiri, tapi menjaga orang lain,” katanya.

Diketahui, Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumatera Selatan (Sumsel) telah menyelesaikan pendataan sejumlah fasilitas kesehatan (faskes) untuk vaksinasi tenaga kesehatan (Nakes) di tujuh Kabupaten dan kota di Sumsel.

Untuk tujuh Kabupaten dan kota yang akan menerima vaksin tahap awal pada 14 Januari nanti, jumlahnya ada 341 puskesmas dan klinik serta 71 rumah sakit. Sehingga total ada 412 lokasi penyuntikkan vaksin.

Kepala Dinas Kesehatan Sumsel, Lesty Nuraini mengatakan, Faskes yang telah dipilih dianggap telah memenuhi kriteria sebagai tempat penyelenggara vaksinasi. Setiap faskes juga telah memiliki alat penyimpanan vaksin, dengan suhu 2 hingga 8 derajat celsius. Sehingga saat kedatangan vaksin ke daerah, dipastikan tidak akan ada yang rusak.

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *