PENGHINAAN WARGA MALAYSIA TERHADAP LAGU INDONESIA RAYA

Mantan Duta Besar Indonesia untuk Hungary merangkap Croatia,Bosnia dan Macedonia Mangasi Sihombing

Memang hubungan Malaysia dengan Indonesia ada naik-turunnya. Malah Indonesia awalnya menentang pembentukan negara Federasi Malaysia dengan proyek “Ganyang Malaysia” yang digaungkan Presiden Soekarno dengan Komando Dwikora. Namun Indonesia menghentikan Konfrontasi terhadap Malaysia setelah pembubaran PKI akibat peristiwa G.30.S 1965.Hubungan kedua negara pulih dan semakin dikuatkan dengan pembentukan ASEAN.

Karena itu wajar jika Pemerintah Indonesia telah menyikapi pelecehan lagu Indonesia Raya dengan mendesak Malaysia untuk mengusut tuntas motivasi pengunggahan dimaksud serta menghukum pelaku sesuai hukum yang berlaku.

Soalnya masalah budaya antara kedua negara bisa timbul sewaktu-waktu mengingat eratnya pertalian budaya antara kedua bangsa. Demikian diungkapkan Mangasi. Kita catat misalnya soal hak cipta kekayaan budaya antara kedua pihak yang pernah mencuat kepermukaan, misalnya berkaitan dengan Reog Ponorogo, Lagu Rasa Sayang, Musik bambu Angklung.”katanya kepada Platmerahnews 29/12/2020 melalui siaran persnya

Bahkan di Tapanuli pernah timbul semacam keresahan kalau-kalau pihak Malaysia mengklaim originalitas dan hak cipta kekayaan budaya Tapanuli misalnya Ulos Tapanuli Selatan atau yang dikenal sebagai Ulos Angkola dan juga Gordang Sembilan yang memang keduanya juga nampak di Malaysia. Bentuk-bentuk budaya itu memang terbawa ke Malaysia karena disana terbentuk masyarakat Tapanuli Selatan karena moyang mereka berasal dari Angkola dan Mandailing.

Karena itu dipandang perlu Pemerintah dengan kerjasama pemerintah daerah untuk mendaftarkan segera di UNESCO berbagai jenis budaya asli Indonesia untuk mendapatkan pengakuan sebagai warisan budaya dunia agar tidak diklaim pihak lain.
Hal ini sangat diperlukan mengingat kekayaan budaya ini memiliki nilai komersial juga di dunia maya,” tutupnya

Editor: Agus n

 

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *