PENGHINAAN WARGA MALAYSIA TERHADAP LAGU INDONESIA RAYA

Mantan Duta Besar Indonesia untuk Hungary merangkap Croatia,Bosnia dan Macedonia Mangasi Sihombing

PLATMERAHNEWS.COM,JAKARTA-Mantan Duta Besar Indonesia untuk Hungary merangkap Croatia,Bosnia dan Macedonia Mangasi Sihombing, menyikapi terkait beredarnya parodi lagu Indonesia Raya yang diduga dilakukan oleh warga negara Malaysia.

Pertama kali mendengar berita di medsos ada parodi unggahan warga Malaysia melecehkan lagu Indonesia Raya, rasanya geli.Itu kesan pertama yang saya rasakan,” kata Mangasi Sihombing,seorang mantan diplomat karir kepada Platmerahnews 29/12/2020 melalui siaran persnya

Bacaan Lainnya

“Langsung saja pikirannya menerawang ke lagu nasional Malaysia yang hakekatnya mirip dengan lagu rakyat Melayu di Sumatra: Terang Bulan. Lagu ini teramat sering dibawakan di istana Kesultanan Deli yang didirikan oleh Tuanku Panglima Gocah pada tahun 1632.

Benar ada orang mengklaim lagu Terang Bulan di karang oleh seorang Perancis yang pernah tinggal di kepulauan Seycelles di Samudra Hindia pada abad ke-19.

Sangat sulit membuktikan bagaimana lagu itu dibawa orang Perancis ke Sumatra, karena Sumatra pernah jadi objek rebutan oleh Belanda dan Inggris, bukan Perancis.

Lagi pula orang Indonesia seperti Bugis telah mengarungi Samudra Hindia sampai ke Afrika dan menularkan budaya Nusantara. Adalah bukan kemustahilan Lagu Terang Bulan Sumatra telah terbawa ke Seycelles dan disana ditangkap artisan Perancis dan mengadaptasinya. Demikian pendapat Mangasi.

Lalu belakangan orang berteori bahwa lagu itu berlabuh di Semenanjung Malaya dan menjadi salah satu lagu resmi di kesultanan terkait. Yang jelas etnik atau suku Melayu di Sumatra sangat erat berkaitan dengan saudaranya di Malaysia, setidak-tidaknya di Semenanjung Malaya sebelum lahirnya Malaysia.

Lagu Terang Bulan sudah menjadi milik bersama kaum Melayu di kedua belah sisi Selat Malaka. Indonesia atau Melayu di Sumatra tak pernah protes tatkala lagu ini menjadi salah satu lagu resmi di salah-satu kesultanan di Malaysia, karena merasa satu rumpun, saudara.

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *