Foto-foto Syur Sineenat Beredar,Selir Raja Thailand yang fenomenal

PLATMERAHNEWS.COM-Sosok Sineenat,wanita  yang sangat fenomel menjadi sorotan publik selama setahun terakhir sejak menjadi selir Raja Thailand Rama X Maha Vajilarongkorn.

Wanita tersebut dinobatkan kerjaan  Thailand sebagai “Chao Khun Phra” atau Selir Raja pada 28 Juli 2019.

Bacaan Lainnya

Penobatan itu diberikan kerajaan kepada Sineenat di hari ulang tahun Vajiralongkorn yang ke-66. Sineenat merupakan perempuan pertama yang diberikan status selir kerajaan dalam satu abad terakhir.

Penobatan perempuan yang kerap disapa Koi ini hanya berselang dua bulan sejak Vajilarongkorn dinobatkan sebagai raja Thailand, atau dua tahun setelah kematian ayahnya, Raja Bhumibol Adulyadej.

Aksi perempuan lulusan Army Nursing College pada 2008 lalu ini sempat viral ketika pihak kerajaan merilis serangkaian foto yang memperlihatkan aktivitasnya sebagai komandan pasukan khusus pengawal raja di angkatan bersenjata Thailand, Royal Guards.

Selain menjadi pengawal kerajaan, Koi sebelumnya juga memiliki kualifikasi sebagai pilot Angkatan Udara Thailand.

Dalam salah satu foto yang diunggah kerajaan, ia terlihat menerbangkan jet dengan gagahnya. Dalam foto lainnya, Sineenat terlihat sedang mengenakan seragam tentara sambil mengokang senjata.

Raja lucuti gelar selir

Namun tak lama setelah dinobatkan sebagai selir, Raja sempat mencopot semua pangkat dan gelarnya lantaran dianggap berambisi menyaingi posisi Ratu.

Melalui surat perintah kerajaan, Maha resmi mencabut gelar Chao Khun Phra dari Sineenat karena “tidak setia pada raja” dan “bertindak melawan penunjukan Ratu [Suthida] karena ambisinya sendiri.”

“Ia tak menunjukkan hormat kepada raja dan tidak mengerti tradisi kerajaan. Tindaknnya hanya untuk menguntungkan diri sendiri,” demikian bunyi pernyataan Kerajaan Thailand yang dikutip AFP pada Oktober 2019.

Koi dilaporkan mendekam di sebuah di penjara dengan keamanan maksimum Bang Kwang. Di sana dia diawasi dengan ketat melalui webcam.

Selain mencabut dan memenjarakan sang selir, Raja juga memecat enam abdi senior istana karena dianggap hendak berbuat kejahatan. Keenam pejabat tinggi yang dipecat itu terdiri dari seorang perawat dan seorang dokter hewan kerajaan.

“Mereka telah melanggar disiplin untuk tindakan jahat mereka dengan mengeksploitasi posisi resmi mereka untuk keuntungan mereka sendiri atau orang lain,” bunyi pernyataan media tersebut pada 24 Oktober 2019.

Sepekan kemudian, Raja kembali memecat empat pengawal kerajaan dengan dua diantaranya karena perzinahan.

Media kerajaan, Royal Gazette, mengatakan dua orang yang dipecat karena perzinahan merupakan pengawal di bagian kamar tidur.

“Mereka telah melakukan perzinahan dan perbuatan tidak pantas,” kata pernyataan di media itu.

Sementara dua lainnya dipecat karena gagal memenuhi standar sebagai penjaga kerajaan. Mereka diberhentikan tanpa kompensasi.

Seorang analis dari Naresuan University, Paul Chambers, mengatakan bahwa Raja Maha secara tiba-tiba memutuskan untuk melucuti semua gelar Koi untuk menunjukkan kewenangannya.

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *