72.18 F
New York
Juli 13, 2020
Home » Keberadaan Cloud-Kitchen Marketplace untuk Produk Kuliner UMKM: Untung atau Buntung?
Ekonomi dan Bisnis

Keberadaan Cloud-Kitchen Marketplace untuk Produk Kuliner UMKM: Untung atau Buntung?

0Shares
Jakarta, – Di era digital seperti sekarang ini apalagi sejak terjadinya wabah Covid-19 di seluruh dunia, termasuk Indonesia; tidak dapat dipungkiri bahwa keberadaan Cloud-Kitchen Marketplace di sektor usaha kuliner pun semakin diperhitungkan baik oleh para produsen maupun konsumen dalam proses transaksinya.

Hal ini terkait dengan kemudahan bertransaksi tanpa harus keluar dari rumah atau meninggalkan pekerjaan yang sedang dikerjakan untuk sekedar keluar membeli makanan.

Keberadaan cloud-kitchen marketplace pun menjadi lahan tersendiri bagi agregator-agregator jasa online di Indonesia seperti GoJek dan Grab.

Merambah jasa kuliner online, kedua raksasa jasa online di Indonesia ini pun mempunyai kuliner marketplace dengan aplikasi GoFood dan GrabFood yang bermitra dengan para pemilik usaha kuliner lokal maupun internasional.

Melihat fenomena cloud-kitchen marketplace yang akhir-akhir ini yang cenderung terkesan membatasi keberadaan UMKM sektor kuliner sebagai mitra, maka pada tanggal 23 Juni 2020, Komite Pengusaha UMKM Indonesia Bersatu (KOPITU) menyelenggarakan webinar bertajuk “Bagaimana Usaha Kuliner Bisa Bertahan dan Bersaing di Era New Normal dan Gempuran Teknologi Digital” .

Menurut Ketua Umum KOPITU Yoyok Pitoyo, Webinar ini sebagai bentuk kepedulian KOPITU terhadap keberlangsungan UMKM kuliner di era New Normal yang serba digital ini, di mana apabila tidak dapat tertata dan terkoordinasi dengan baik akan mendatangkan dampak yang mengancam bagi pelaku UMKM terutama dalam keberlangsungan usahanya sebagai akibat dari masuknya usaha-usaha kuliner asing yang didanai sendiri oleh para penyedia cloud-kitchen marketplace; contoh seperti kuliner merk Rebel.

Hadir sebagai pembicara Iriana Ekasari (Waketum KOPITU Bidang Perdagangan Dalam dan Luar Negeri, praktisi ekonomi digital), Ari Gunawan (Waketum KOPITU bidang Teknologi Digital) dan Abdul Hakim Pasaribu (Direktur Advokasi Persaingan dan Kemitraan Komisi Pengawasan Persaingan Usaha, KPPU).

Selain pembahasan tentang bagaimana fenomena cloud-kitchen marketplace yang mengharuskan para pelaku UMKM kuliner untuk melek teknologi digital dan persaingan yang terjadi di dalamnya, fungsi KPPU dalam pengawasan persaingan usaha pun menjadi pembahasan utama dalam webinar tersebut.

Oleh karena itu, lanjut Yoyok Pitoyo, KOPITU selaku organisasi yang beranggotakan UMKM dari seluruh Indonesia; mengharapkan adanya fairplay dalam kemitraan usaha untuk sektor kuliner dalam digital marketplace dan mengutamakan sektor UMKM kuliner lokal sebagai mitra sebagai bentuk integritas para aggregator cloud-kitchen marketplace untuk mendukung program pemerintah dalam peningkatan penggunaan produk-produk UMKM dan pembangunan UKM di Indonesia.

“KOPITU juga bekerja sama dengan KPPU dalam hal pengawasan persaingan usaha di dalam cloud-kitchen marketplace yang kemudian dijadikan sebagai rekomendasi KPPU dan pemerintah dalam kebijakan-kebijakan yang menyangkut UMKM dan pasar produk-produk lokal,” ujar Yoyok Pitoyo.

Selaku Ketua Umum KOPITU, Yoyok Pitoyo juga berharap bahwa dengan berjalannya fungsi monitoring oleh KPPU yang didukung oleh KOPITU, “maka dapat meningkatkan transparansi dan integritas para aggregator seperti GoJek dan Grab dalam hal kemitraan dengan UMKM kuliner lokal untuk cloud-kitchen marketplace yang dikelola, sehingga untung yang akan didapat oleh semua pihak, bukan buntung,” pungkasnya. (***)

0Shares

Related posts

Pemprov Jabar Serahkan 350 Sertifikat Halal Kepada 350 IKM Kota Depok

Lucky Iskandar

Upah Terlalu Tinggi, Ratusan Perusahaan Tinggalkan Jabar

Lucky Iskandar

Pro Kontra Soal Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan

Lucky Iskandar

Leave a Comment