81.48 F
New York
Agustus 10, 2020
Home » Pengadaan Sapi untuk 4 Desa di Marbo Patut Ditelusuri
Nasional

Pengadaan Sapi untuk 4 Desa di Marbo Patut Ditelusuri

0Shares
Takalar ( SulSel) – Sebagaimana diberitakan media ini sebelunnya, yang menyebutkan dugaan terjadinya mark-up di mana anggaran pengadaan sapi pada 4 Desa di Kecamatan Marbo yakni Desa Cikoang, Desa Lengkese,Desa Bontoparang,Desa Pattoppakan, yang menggunakan Dana Desa (DD), patut untuk terus ditelusuri

Sekedar untuk diketahui, pemberitaan sebelumnya pada pengadaan sapi di empat Desa di Kec. Marbo Sabtu (23/11/2019) yakni Desa Cikoang, Lengkese, Bontoparang dan Pattoppakang, yang menggunakan Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2019 yang diduga kuat dimark-up dan sarat korupsi.

Hal tersebut terungkap berdasarkan temuan awak media ini, dimana sapi yang dibagikan ke masyarakat tersebut sangat kurus, bahkan tulang tulang rusuknya hampir kelihatan semua,  padahal salah satu speck pengadaan sapi tersebut maksimal tulang rusuk yang kelihatan hanya 3 saja.

Selain kurus, menurut nara sumber yang enggan disebutkan namanya mengatakan, harganya juga sangat tidak masuk akal dengan kondisi sapi yang dibeli oleh pihak desa yang dianggarkan sebesar Rp 9.500.000 per ekornya, dari total anggaran 12.500.000.

Dari beberapa item pertanggung jawaban, salah satunya adalah keuntungan umum sebesar 12,18 % dari total anggaran, yang berarti pihak desa diduga menjadikan pengadaan sapi tersebut dari Dana Desa sebagai ajang untuk mencari keuntungan.

Beberapa hari yang lalu, 4 Desa telah membeli masing masing 10 ekor sapi dengan anggaran sebesar Rp 12.500.000 include. Namun sayangnya sapi yang dibeli kurus dan diduga tidak sesuai speck.

Dari hasil klarifikasi Desa Cikoang Kec. Marbo Kab Takalar, ia Memberikan ditanggapan seperti ini :

Pada hari Rabu (27/11/2019), ia barulah memberikan klarifikasi atas konfirmasi yang dilayangkan awak media ini melalui chat WatshApp.

“Bukan tidak ada jawaban pak, tapi sementara dijalan”, tulisnya.

“Seharusnya juga bapak memberikan kami waktu untuk bisa memberikan klarifikasi yang lengkap secara lansung, bukannya setelah berita naik terus bapak meminta klarifikasi, dan saya kalau kita berbicara keuntungan itu hak penyuplai, asalkan keuntungan tersebut masih rasional”. Jelas Plt Kades Cikoang ini.

Lanjut dijelaskan, “Jadi Tabe, untuk pertanyaannya saya jawab :

  1. asal sapi silahkan hubungi penyuplai
  2.  kartu sapi yang di bawa pak dokter
  3. harga sapi sesuai speknya
  4. asuransi didaftar tahun depan karna kuota kabupaten takalar Fuul
  5. usia 3/5 tahun
  6. keuntungan jelas itu larinya ke penyuplai
  7. penangkaran 2 tahap”. Tutupnya.

Sementara itu Desa Lengkese juga memberikan jawaban atau klarifikasi  pada Rabu (27/112019) yang sama melalui chat di  WhatshApp sebagai berikut:

Kades Lengkese : Iye sm2..!!

(27/11 14:43) Kades Lengkese: Seharusnya juga bapak memberikan kami waktu untuk bisa memberikan Klarifikasi yang lengkap Secara lansung Bukannya Setelah berita naik Trus bapak meminta klarifikasi dan saya Klw kita berbicara keuntungan itu hak penyuplai Asalkan Keuntungan tsb Masih Rasional.

Klw soal tahapan itu kami suda sesuai Petunjuk Teknis di mana sapi Tsb Itu Melalui Karantina Dan Dokter Hewan Yang menangani sda memastikan bahwa sapi Tsb Sda Bisa Di berikan Oleh penerima di masing” desa

Dan layak untuk Untuk sapi produksi

Kemudian dilanjutnya, “Dan suda masuk dalam kategori Sapi layak Produksi bukan sapi pedaging”.

Dijelaskanya : Tabe

  1. asal sapi hubungi penyuplai
  2. kartu sapi yang di bawa pak dokter
  3. harga sapi sesuai speknya
  4. asuransi didaftar tahun depan karna kuota kabupaten takalar Fuul
  5. usia 3/5 tahun
  6. keuntungan jelas itu larinya ke penyuplai
  7. penangkaran 2 tahap,” tutupnya.

Namun demikian pihak media ini akan terus melakukan upaya kepastian terkait adanya dugaan pengadaan sapi di kecamatan Marbo yang diduga dimark-up hingga sampai ada jawaban yang sesuai dengan temuan media ini dengan hasil klarifikasi oleh dua desa yang sudah memberikan klarifikasi.

Sementara itu dua Desa lainnya, yakni Desa Bontoparang dan Desa Pattopakang belum memberikan jawaban atas pertanyaan media ini.

Sementara itu di lain waktu, Kamis (28/11/2019) jam 12 : 55, Direktur Forum BARAPI, Sudirman Dangker, yang kebetulan Putra Daerah asli dari Kec. Marbo saat dimintai tanggapanya lewat WhatsApp, terkait adanya pihak media yang akan terus menelusuri pengadaan sapi  4 Desa di Marbo, ia mengatakan, “saya netral ji dinda silahkan jika teman teman Media yang ingin Masuk ke marbo Mencari informasi yang baik untuk Pemberitaan saya tidak Melarang namun Perlu di ingat jika Pemberitaan sifatnya membangun kenapa tidak dinda,” tutupnya dalam telephon yang singkat.

Hingga berita diturunkan, media ini masih terus melakukan penelusuran terkait adanya dugaan mark-up dalam pengadaan sapi di empat desa di Kec. Marbo, serta bekerjasama dengan pihak penegak hokum maupun pihak yang berkompeten lainnya.(Hendra)

0Shares

Related posts

Komnas HAM Dukung BP2MI Sikat Sindikat Pekerja Migran Indonesia Illegal

Lucky Iskandar

Camat Limo Lantik Kepengurusan LPM Kelurahan Krukut

Lucky Iskandar

Danrem 063 Sunan Gunung Jati dan Dandim 0619 Purwakarta Hadiri Pembukaan TMMD Ke-106

Lucky Iskandar

Leave a Comment