81.48 F
New York
Agustus 10, 2020
Home » Mahalli: Minat Masyarakat Jadi Eksportir Terkendala Banyaknya Pungli
Ekonomi dan Bisnis

Mahalli: Minat Masyarakat Jadi Eksportir Terkendala Banyaknya Pungli

0Shares
Jakarta – Ketua Umum DPP Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (DPP GPEI) Khairul Mahalli mengatakan, minat orang Indonesia untuk jadi pengusaha terutama di sektor eksportir sangat tinggi yang diharapkan bisa mewujudkan keinginan pemerintah agar ekspor Indonesia tidak selalu lebih kecil nilainya dibanding dengan negara-negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, Thailand dan Vietnam.

Namun, keinginan masyarakat itu, dalam kenyataannya belum sepenuhnya mendapat dukungan penuh dari pemerintah karena masih banyak pungutan liar (pungli) menggurita di berbagai tempat di Indonesia seperti pelabuhan atau tempat lain.

Sebenarnya, lanjut Khairul, Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) terus berupaya untuk mengatasi hal tersebut dan saat ini salah satu contohnya yang sudah ada hasilnya adalah di pelabuhan Belawan, Sumut. Di pelabuhan Belawan tidak ada lagi pungli berkat kerjasama dengan pihak kepolisian.

Selain itu, masih menurut Khairul, pemerintah juga perlu terus memberi dukungan terhadap pengusaha menengah dan kecil terutama dalam hal data dan informasi mengenai negara-negara di dunia yang membutuhkan produk-produk unggulan Indonesia.

Tak hanya dari sisi pemerintah, ia menyoroti juga dari sisi pelaku usahanya sendiri.

Ia mengatakan nampaknya masih perlu ditingkatkan interaksi dì kalangan pengusaha agar dapat mendapatkan keuntungan yang lebih besar. Di satu sisi, ada perusahaan transportasi yang menganggap masih kurangnya isi kontainer yang harus dikirimkan ke luar negeri. Sementara di sisi lain, ada perusahaan yang merasa ongkos kontainer ke luar negeri terlalu mahal.

Untuk persoalan ini, Khairul menyampaikan agar perusahaan Indonesia perlu lebih mengoptimalkan penggunaan teknologi informasi agar dapat memperoleh keuntungan yang lebih besar. Termasuk harmonisasi regulasi dari tingkat pusat, provinsi dan kabupaten/kota.

Kahirul melihat daya saing produk ekspor sangat berkaitan dengan cost logistic, supply and chain.

Untuk mengatasi kendala-kendala tersebut, Khairul terus menggaungkan agar perlu dibuat sistem eksportir satu pintu yang cepat dan tepat respon di setiap dinas perizinan terpadu di tiap kabupaten/kota yang beranggotakan semua stakeholder.

Stakeholder yang ia maksud seperti kementerian luar negeri (kemlu), kementerian keuangan bea cukai dan pajak, kementerian BUMN, bank, non-bank/pemodal swasta/investor, kementerian koperasi/bumdes, kementerian dalam negeri, kementerian perindustrian dan kementerian lainnya sehingga produk-produk Indonesia layak untuk ekspor, akses buyernya banyak, serta punya competitive advantage.

Khairul melihat semua hal di atas dapat dicapai jika kebijakan pemerintah yang konsisten dan berpihak kepada produk-produk dalam negeri.(*)

0Shares

Related posts

JK Ingatkan Bahayanya Investasi Asing Terhadap Perekonomian Indonesia

Lucky Iskandar

Mentan SYL Lepas Ekspor Perdana Briket Kelapa Gorontalo ke Arab Saudi

Lucky Iskandar

Bisnis Makanan dan Minuman Ringan Makin Semarak di TM Thamrin City

Lucky Iskandar

Leave a Comment