60.12 F
New York
Mei 25, 2020
Home » Dugaan Sindikat Penipuan Nasabah Koperasi Berkat Takalar Berdalih
Hukum/Kriminal Nasional

Dugaan Sindikat Penipuan Nasabah Koperasi Berkat Takalar Berdalih

0Shares
Takalar (Sulssel) – Nasib sial menimpa salah seorang pensiunan Vetran di Takalar, pasalnya dirinya menjadi korban penipuan sindikat yang diduga melibatkan Seorang oknum PNS yang bertugas di kantor Kelurahan Maradekaya Kec.Pattallassang Kab.Takalar dan seorang pegawai koperasi Berkat tempat yang bersangkutan meminjam uang.

Dg Siwa sapaan dari korban, kepada awak media ini mengungkapkan kalau dirinya merasa ditipu, karena di suruh meminjam uang sebanyak Rp.35.000.000 (Tiga puluh Lima juta rupiah), tapi faktanya dirinya hanya terima sebanyak Rp. 6.000.000 (Enam Juta rupiah) sementara sisanya sebanyak Rp.29.000.000 (Dua Puluh Sembilan Juta Rupiah), dibagi bagi oleh oknum ASN yang berinisial Sur.

“Saya sama sekali tidak tau kalau saya mau ditipu seperti ini, saya tidak tau kalau SK saya sebagai Vetran, itu dia Scan baru saya disuruh bawa masuk ke kantor koperasi Berkat untuk pinjam uang, setelah uangnya cair, saya lalu dikasih Rp.6.000.000 juta”. Ungkap korban, Jumat, (18/10/2019).

Lanjut diungkapkan Korban, “Saya baru tau kalau utang saya di Kopetasi Berkat sebesar Rp.35.000.000  setelah pegawainya datang menagih angsuran, karena yang saya tau saya cuma dikasih Rp. 6.000.000,” unkapnya lebih lanjut.

“Setelah saya desak ibu Sur, barulah saya tahu kalau sisa uang pinjaman sebesar Rp.29.000.000 juta itu mereka bagi bertiga, yakni pegawai koperasi berkat Rp.10.000.000 sementara yang Rp. 19.000.000 juta dibagi dua sama Ibu Sur (PNS Kantor Kelurahan Maradekaya) dan Ibu LDT Pegawai kantor Kelurahan Sabintang Kec. Pattallassang”. Tutup Dg Siwa.

Sementara itu, DN Oknum pegawai Koperasi Berkat yang dikonfirmasi terkait tudingan keterlibatannya, justru memberikan jawaban yang bebelit-belit, misalya saat ditanyakan apakah dirinya kenal dengan oknum PNS yang bernama Sur, awalnya mengelak dan mengaku tidak kenal, namun setelah konfirmasi terus berlanjut, dirinya kemudian mengaku kalau dirinya kenal dengan oknum PNS tersebut.

“Sulaeman Dg Siwa itu nasabah lama kami, jadi kami tidak tau kalau SK jaminan yang disodorkan itu adalah SK hasil Scaning, karena kami percaya saja, untuk uang yang Rp.10.000.000 yang dibilang oleh ibu Suryana saya ambil, itu tidak benar pak,” jelasnya, Jumat (18/10/2019).

Lanjut dijelaskan, “Jadi saya tidak tau kalau saya dibilang ambil uang dari dana pak Sulaiman yang cair itu, yang jelasnya kami hanya melayani saja”. Tutup DN.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Sur oknum PNS kantor Kelurahan Maradekaya, sudah lama tidak pernah masuk kantor berdasarkan hasil pengakuan Kepala kelurahan Maradekaya kepada awak media ini.(Hendra)

0Shares

Related posts

Bertemu di Rumah Dinas, Kapolri dan Kepala Polisi Australia ‘Curhat’ soal Pemilu 2019

Lucky Iskandar

Alumni USU Jakarta Merawat Kebangsaan Melalui Konser

Lucky Iskandar

Kapolda Banten Berikan Apresiasi Kepada Polsek Balaraja Dalam Berantas Narkoba

Lucky Iskandar

Leave a Comment