74.53 F
New York
Agustus 4, 2020
Home » Kacab BRI Gunungsitoli Akan Tindak Tegas Oknum Teller yang Diduga Tilep Dana PIP
Nasional

Kacab BRI Gunungsitoli Akan Tindak Tegas Oknum Teller yang Diduga Tilep Dana PIP

0Shares
Gunungsitoli (Sumut) – Kepala Cabang Bank BRI Gunung Sitoli, I Mayan Mestera mengundang orang tua siswa untuk diskusi dan klarifikasi terkait dugaan pemotongan dana PIP untuk siswa tidak mampu.

I Mayan Mestera melalui pesan WhatsAppnya, Jumat 05 Juli 2019, meminta agar orang tua siswa langsung yang bisa hadir selaku kuasa pemegang rekening anak agar bisa dijelaskan secara komprehensif.

Permintaan kepala cabang BRI Gunungsitoli itu disambut baik oleh beberapa orang tua siswa, namun hanya satu orang yang bisa hadir yakni TZ alias AN sementara puluhan orang tua siswa yang lain tidak bisa hadir dengan alasan transportasi.

TZ alias AN (orang tua salah satu siswa) terlihat memasuki kantor Bank BRI Cabang Gunung Sitoli pada hari Jumat (05/07/2019) sekitar pukul 18.30 Wib yang dimediasi oleh Setianus Gea, SE.

Pada pertemuan tersebut dihadiri oleh oleh kepala cabang Bank BRI Gunungsitoli I Mayan Mestera, ketua DPD Gemantara kepulauan Nias Febeanus Zalukhu, Koordinanator LSM KCBI kepulauan Nias Fesianus Ndraha, orang tua siswa, awak media ini dan beberapa pegawai Bank BRI cabang Gunung Sitoli.

I Mayan Mestera menjelaskan bahwa terkait dugaan pemotongan dana PIP untuk siswa kurang mampu, jika ada nanti terbukti ada anggota kami melakukan tindakan fraud, pihaknya akan melakukan tindakan tegas.

“Kami akan proses melalu jalur hukum karena kami tidak akan mentolelir jika adanya tindakan melawan hukum,” tegasnya.

Sementara TZ alias AN pada pertemuan tersebut  menjelaskan bahwa dirinya bersama anak perempuannya dan rombongan dari Nias utara mendatangi Bank BRI Gunungsitoli dalam rangka pengambilan dana PIP yang sudah masuk ke rekening anaknya.

“Kami tiba di Bank BRI pada hari Senin (24/06/2019) berkisar pukul 10.00 Wib dan sesampai di dalam Bank bertemu dengan salah seorang satpam BRI dan mengambil buku rekening anak kami dan menyerahkannya ke bagian teller serta mengarahkan kami untuk menunggu di luar Bank,” ujarnya.

Sekitar 1 jam dirinya menunggu petugas teller yang diketahui berinisial BZ datang menghampirinya dengan membawa sejumlah buku rekening siswa yang sudah diselipkan uang dan membagikannya kepada orang tua masing-masing siswa.

“Mendengar  nama anak saya dipanggil, saya menghampiri BZ (pegawai bank) dan menyerahkan beberapa kelengkapan administrasi berupa KK, KTP dan Identitas anak, selanjutnya BZ menyodorkan kepada kami kertas kosong berwarna merah untuk ditanda tangani bersama anak saya,” tambahnya.

“Saya sempat bertanya kepada BZ, berapa diterima oleh anak saya dan kenapa buku rekeningnya tidak diprint/dicetak? Lalu BZ menjelaskan kalau anak saya menerima sebesar Rp. 750.000 yang tertulis tangan di buku rekening sedangkan buku rekening tidak bisa di cetak karena jaringan tidak bagus,” jelasnya.

Setelah menghitung uang sebesar Rp.750.000 sesuai dengan yang ditulis di buku, kemudian Ia bersama anaknya meninggalkan BRI menuju pasar untuk makan siang.

Ia juga menambahkan kalau dirinya merasa curiga, kenapa buku rekening anaknya ditulis pakai pulpen setelah melihat buku rekening siswa sekelas dengan anaknya sudah tercetak sebesar Rp.1.125.000, adahal Ia sama-sama dari BRI cabang Gunungsitoli.

“Lalu saya menuju BRI di Afilaza untuk mencetak buku rekening tersebut tapi tidak berhasil karena petugasnya lagi istirahat.” Ujarnya.

Dikatakan, Ia baru bisa mencetak rekening koran di BRI di wilayah Nias utara dengan transaksi total mutasi debet Rp. 1.125.000. Sementara yang diterimanya di BRI Cab. Gunungsitoli hanya Rp. 750.000, lalu kemana uang yang Rp. 375.000?

“Sementara BZ (pegawai teller) mengatakan bahwa sudah menyerahkan uang kepada orang tua siswa sesuai dengan slip penarikan yang sudah tervalidasi oleh pihak Bank BRI cab. GunungSitoli.” Ucapnya singkat.

Mendengar hal demikian TZ (orang tua siswa) sempat membantah bahwa dirinya hanya menerima Rp. 750.000 dari BZ dan belum ada tertulis nominal uang di kertas merah yang katanya slip penarikan itu.

Namun demikian BZ mengakui kalau ada kelebihan uang sebesar Rp. 1.500.000 dan sudah menyerahkannya kepada pegawai teller lain berinisial Y.

“Disini terlihat bahwa kurang profesionalnya pegawai teller itu, dimana bisa ada selisih uang, berarti patut diduga ada kongkalikong diantara anggota teller,” ucap TZ.

Pertemuan tersebut tidak ada keputusan dan membubarkan diri saling bersalam-salaman.( Anuari Zendrato )

0Shares

Related posts

Bupati Takalar Realisasikan  Program P22

Lucky Iskandar

Walikota Depok Himbau Gunakan Kantong Kresek Bukan Plastik

Lucky Iskandar

Gus Ulil Abshur Abdala Tak Mau Menambah ‘Sumuk’ Situasi Politik di Indonesia

Lucky Iskandar

Leave a Comment