81.48 F
New York
Agustus 10, 2020
Home » Teller Bank BRI Cabang Gunungsitoli Diduga Tilep Dana PIP Siswa Kurang Mampu
Nasional

Teller Bank BRI Cabang Gunungsitoli Diduga Tilep Dana PIP Siswa Kurang Mampu

0Shares
Gunung Sitoli (Sumatera Utara) – Sejumlah orangtua siswa merasa ditipu oleh teller bank BRI cabang Gunungsitoli pada saat penarikan dana PIP, Senin 24 Juni 2019.

Hal ini dijelaskan oleh salah seorang orang tua siswa Arianus Zendrato alias Ama Ester yang anaknya termasuk penerima dana PIP tersebut.

Ia menuturkan bahwa pada tanggal 24/6/2019, ia bersama anaknya Ester Wulandari Zendrato dan beberapa orang tua siswa lainya mendatangi BRI Cabang Gunungsitoli untuk melakukan penarikan dana PIP yang mereka terima.

“Setelah buku rekening kami serahkan ke teller, kami disuruh untuk menunggu di luar. Setelah beberapa jam menunggu diluar petugas teller bank BRI datang dengan membawa uang yang sudah diselipkan di buku rekening masing-masing siswa,” uangkapnya.

“Tapi ada keganjilan pada proses pembagian dana PIP oleh petugas teller Bank BRI cabang Gunung sitoli, dimana buku tabungan anak kami tidak diprint atau tidak dicetak melalui komputer tetapi ditulis tangan, begitu pula pada slip penarikan tidak tertera jumlah dana yang ditarik dan kami disuruh tanda tangan bersama dengan anak kami,” ujarnya.

“Jumlah uang yang kami terima Rp. 470.000 (Empat Ratus tujuh puluh ribu rupiah) sesuai dengan yang ditulis tangan oleh petugas teller tersebut. Kami sempat protes namun petugas teller tersebut berdalih buku tabungan tidak bisa diprint karena jaringan,” ucapnya.

Merasa ada keganjilan maka dirinya mencoba untuk mencetak buku rekening di BRI pembantu Lotu dan hasilnya jumlah dana yang seharusnya diterima oleh anaknya sebesar Rp. 770.000 ( Tujuh ratus tujuh puluh ribu rupiah).

“Kami sangat kecewa karena petugas teller Bank BRI Cabang Gunungsitoli telah melakukan tipu muslihat dengan memotong Rp. 300.000 dana PIP anak kami,” ungkapnya.

Hal senada juga dikeluhkan oleh orangtua siswa lainya, Tritianus Zendrato alias Ama Nando, yang juga anaknya menerima dana PIP tersebut.

“Buku rekening anak kami tidak diprint di komputer melainkan di tulis tangan dengan nominal Rp.750.000 yang kami terima. Tapi setelah kami print di BRI pembantu Lotu ternyata Rp.1.125.000 yang seharusnya anak kami terima,” ujarnya.

“Kami sangat kecewa atas tindakan oknum teller bank BRI Gunungsitoli yang telah memotong Rp. 375.000 dana PIP anak kami. Ini sangat berbahaya jika setiap siswa dilakukan pemotongan oleh petugas bank BRI,” tegasnya.

Kepala cabang BRI Gunung Sitoli ketika dikonfirmasi tentang hal ini, Rabu 03 Juli 2019 di kantornya mengatakan bahwa, “Jika anggotanya terbukti melakukan tindakan pemotongan dana PIP kepada siswa maka kita akan tindak tegas bahkan kita pecat bila mau main-main dengan dana bantuan siswa tidak mampu.” Tegasnya.

Pada saat yang sama salah satu petugas teller bank BRI Cabang Gunungsitoli menjelaskan bahwa ada kesilafan sehingga buku rekening siswa tidak bisa dicetak saat itu.

Pada pertemuan itu sempat terjadi cekcok antara pegawai teller via telpon selular dengan salah seorang orang tua siswa.

Menurut pemantauan wartawan media ini di beberapa sekolah di Nias utara, banyak siswa yang mengalami hal serupa namun mereka tidak bisa berbuat apa-apa.(Anuari Zendrato)

0Shares

Related posts

Menyedihkan! Ternyata Kab. Takalar Masih Masuk Kategori Daerah Tertinggal, Terdepan dan Terluar di Bidang Pendidikan

Lucky Iskandar

TNI-Polri Gelar Simulasi Pengamanan Pemilu di Batalyon Armed 9 Pasopati Kostrad

Lucky Iskandar

SMPN 1 Pallanga Larang Siswinya Berjilbab Panjang?

Lucky Iskandar

3 comments

Simpatisan Juli 5, 2019 at 1:51 am

Hati2 atas pemberitaan yg tidak benar.. cek dulu kebenaran data. Setahu saya, penarikan dana PIP itu berperiode, mgkn dana periode sebelumnya belum lengkap admnya ataupun dana tsb masuk pd saat disekolah yg lama. Kalau muat berita diteliti dulu, semoga media ini menyaring info sebelum memuat berita, sehingga tidak menjadi berita hoax dan menjadi bumerang nantinya buat media sendiri

Reply
Gues famlly Juli 14, 2019 at 1:53 pm

Mantap jos.. Investigasi terus…

Reply
Farisgiawa Juli 5, 2019 at 6:13 am

Kasus seperti itu, bkan hanya di pecat tapi di serahkan kpda pihak kepolisian dan di kenakan sanksi sesuai hukum yang berlaku di negara ri…

Reply

Leave a Comment