38.66 F
New York
April 1, 2020
Platmerah News
Nasional Politik

Jemaah Menangis, Acara Istighosah Kubro Pemenangan Jokowi-Makruf di Pamekasan Diterjang Puting Beliung

Angin puting beliung menerjang acara Istighosah Kubro Untuk Keselamatan Bangsa dan Pembekalan Relawan Jaringan Kiai Santri Nusantara (JKSN) Pamekasan Untuk Pemenangan Jokowi-Makruf Amin, yang di gelar di Gedung Islamic Center Pamekasan, Senin (4/2/2019).

Acara berlangsung meriah karena dihadiri ribuan jamaah dari berbagai kalangan mulai dari anak-anak dan orang tua.

Sebelum acara berlangsung, para jamaah melakukan doa bersama sembari menunggu kedatangan Khofifah.

Khofifah baru tiba di Gedung Islamic Center Pamekasan sekitar pukul 16.00 WIB disertai dengan hujan yang deras.

Saat Khofifah melangkahkan kaki, ribuan jamaah menyambut dengan antusias untuk bersalaman.

Para Banser mengawalnya dengan ketat karena hujan deras mengguyur Gedung Islamic Center Pamekasan hingga air masuk kedalam gedung.

Setiba Khofifah duduk di panggung utama, saat acara istigosah akan dimulai, angin puting beliung disertai hujan deras tiba-tiba menerjang lokasi acara.

Akibatnya 15 kaca Gedung Islamic Center pecah dan sejumlah triplek dan kayu di bangunan gedung berhamburan.

Sontak para jamaah berteriak histeris dan berhamburang keluar gedung.

Suasana semakin gaduh, saat angin puting beliung kembali menghantam kaca Gedung Islamic Center Pamekasan di bagian lantai 3.

Seketika Khofifah yang juga Ketua Dewan Penasehat JKSN, langsung diamankan dan dibawa lari kebelakang panggung oleh tim Banser.

Pantauan di lokasi, Khofifah tampak meneteskan air mata, karena acara yang digelar dengan begitu megahnya tertimpa musibah angin puting beliung.

Meski demikian, Khofifah tetap bersikukuh untuk memulai acara, meski keadaan lampu mati dan beberapa runtuhan triplek tercecer di bawah area gedung.

Sejurus kemudian, Khofifah mengambil megaphone lalu mengajak para jamaah untuk masuk ke dalam gedung untuk melakukan doa’ bersama.

Suasana semakin tegang dan haru. Para jamaah turus serta menangis karena Khofifah saat melantunkan shalawat nariyah sembari mengacungkan jari telunjuk yang melambangkan angka satu diikuti oleh ribuan jamaah.

Usai berdoa, Khofifah mengatakan, memohon kepada para ulama yang datang, para kiyai dan para jamaah untuk memilih pemimpin yang amanah seperti Jokowi-Ma’ruf.

“Mari kita berdoa bersama untuk kemangan Jokowi-Maruf, yakin Indonesia akan makmur dan sejahtera,” kata Gubernur Jatim terpilih periode 2019-2024 ini, melalui megaphone.

Tak hanya itu, Bu Khofifah berharap, pasangan Capres dan Cawapres Nomor Urut 01, Jokowi-Makruf Amin di Pamekasan bisa memperoleh suara sebanyak 80 persen.

“Saya yakin di Pamekasan pasangan Jokowi-Makruf Amin akan menang,” tegas Khofifah, yang juga Ketua Umum PP Muslimat NU ini.

Sementara itu, hujan deras yang disertai angin puting di Gedung Islamic Center Pamekasan terjadi, usai Kiai Asep Syaifuddin Chalim memimpin doa bersama dan istighosah.

Jaringan listrik di lokasi acara yang mati pun tak menghalangi jalannya acara pengajian.

Khofifah Indar Parawansa bersama Nyai Hj Machfudhoh tetap melanjutkan acara dan memimpin bacaan salawat dan membaca surat Alquran.

“Semoga cepat reda. Tadi kami kaget karena ada bunyi seperti sambaran petir,” kata Makhtumah Qodir jamaah pengajian dari Pasean.

Justru ia mengikuti pengajian yang dilanjutkan hanya dengan bekal pengeras suara berupa toa oleh Kiai Asep Syaifuddin Chalim dan juga sambutan Khofifah Indar Parawansa.

Makhtumah mengatakan hujan petir sudah biasa. Justru menurutnya ini adalah pertanda baik.

“Ini pertanda baik, tanda doa kita semua mustajabah,” katanya. Sampai saat ini pengajian masih berlangsung meski dengan keterbatasan peralatan yang digunakan tanpa listrik.

“Tanda Jokowi menang,” tegasnya.

Sebelumnya, Senin (4/2/2019) siang, sebanyak 300 kiai dan ulama se Pamekasan menyatakan dukungan untuk pasangan capres cawapres Jokowi-Makruf Amin di Pilpres 2019 yang digelar 17 April nanti

Hal itu disampaikan para kiai dan ulama se Pamekasan dalam acara Silaturahmi Ulama dan Tokoh Pamekasan dalam rangka pemenangan Jokowi-Makruf Amin, bersama KH Asep Syaifuddin Chalim, Senin (4/2/2019) siang.

Dalam forum tersebut para ulama dan tokoh kiai se Pamekasan sepakat untuk memberikan dukungan pada Jokowi-Ma’ruf setelah merasakan bukti kerja nyata dari pemerintahan Presiden Jokowi selama empat tahun ini.

Salah satunya yang begitu dirasakan warga Pamekasan Madura adalah manfaat akses Jembatan Suramadu yang saat ini sudah bisa gratis dinikmati warga Madura.

Kiai Afifudin Toha Rois Surya NU Pamekasan yang juga pengasuh Pondok Pesantren Al-Falah Sumber Gayam, Kadus, Pamekasan mengatakan selama ini perhatian Jokowi ke Madura begitu besar.

“Kami sendiri bisa merasakan dampak manfaat dari gratisnya Jembatan Suramadu. Kebijakan itu membuat ekonomi di Madura menjadi lancar dan tidak perlu lagi bayar, dulu sekali jalan harus bayar Rp 30 ribu,” kata Kiai Afifuddin.

Selain itu, Kiai Afifuddin itu juga menyebut, bahwa perhatian Jokowi ke dunia pesantren begitu besar. Mulai ditetapkannya Hari Santri Nasional, dan banyaknya program pendidikan untuk pesantren.

Keberhasilan dan perhatian Jokowi yang dirasakan itulah yang membuat para kiai se Pamekasan ini sepakat satu suara untuk Jokowi.

Ditambah lagi keberadaan Kiai Ma’ruf yang merupakan mantan Rais Aam PBNU dan mantan Ketua Majelis Ulama Indonesia, membuat para ulama Madura yang kental sisi religiusnya ini tak ragu memilih Jokowi-Makruf.

“Dengan didampingi Kiai Ma’ruf insyaallah kami tak ragu memilih Jokowi-Kiai Ma’ruf, nomor 1,” katanya.

Dalam kesempatan itu Kiai Asep Syaifuddin Chalim mengatakan bahwa forum ini adalah forum strategis dalam proses menggalang dukungan untuk Jokowi-Ma’ruf.

Sebab yang berkumpul bukan hanya kiai stuktural NU saja melainkan juga para kiai kultural alias para kiai kampung Pamekasan.

“Pilpres tahun 2019 bukan sekedar pertarungan paslon 01 dan 02, tapi juga pertarungan dan pertaruhan ideologis antara aswaja dan salafi, antara NU dan lainnya. Maka kita harus berjuang memenangkan aswajah, titipkan pada Jokowi-Kiai Makruf,” tegas Kiai Asep.

Kiai Asep tak memungkiri bahwa di Pilpres ini, menimbulkan persaingan yang ketat terutama dengan adanya media sosial. Yang membuat Pilpres banyak dibumbui dengan pertarungan hoaks.

Namun dengan tegas Kiai Asep meminta pada kiai dan ulama se Pamekasan untuk tidak terpancing hoaks. Dan tidak pula membalasnya dengan hoaks pula. Melainkan membalasnya dengan menyebarkan prestasi pemerintahan Jokowi.

“Dengan banyaknya hoaks, kita bacakan saja hizbun nashor, kita doakan supaya hoaks yang mereka sebarkan menamparkan muka mereka sendiri. Sebagaimana apa yang terjadi pada Ratna Sarumpaet dan juga Ahmad Dhani,” pungkas Kiai Asep yang merupakan pengasuh Pondok Pesantren Ammanatul Ummah tersebut.***

Related posts

Walikota Depok Hadiri Peringatan Harganas

Lucky Iskandar

Kapolda Banten Tandatanganani Kerjasama dengan PT Arwana Citramulia

Lucky Iskandar

Pandegang Dilanda Kemarau Panjang, Kapolda Banten Kirim 15 Tengki Air Bersih

Lucky Iskandar

1 comment

Aidi Maret 1, 2019 at 11:00 pm

Belum sadar juga kalo Allah itu murka kepada yang mengaku kiyai ikut politik, apalagi pasangannya yang bakal menghidupkan kembali PKI, padahal udah dikasih contoh dengan berbagai azab…

Reply

Leave a Comment