70.92 F
New York
Mei 28, 2020
Home » UAS Tabligh Bertajuk ‘Cinta Islam, Cinta NKRI, Cinta Ukhuwah’ di GBLA
Pendidikan

UAS Tabligh Bertajuk ‘Cinta Islam, Cinta NKRI, Cinta Ukhuwah’ di GBLA

0Shares

Bandung, (JAI).- Pendakwah Ustaz Abdul Somad (UAS) menyampaikan tausyiah yang sangat inspiratif dalam Tabligh Akbar, di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) Bandung. Warga Bandung dan sekitarnya terus berdatangan dalam acara UAS Tablig Akbar sehingga GBLA semalam menjadi lautan jamaat ummat muslim, Sabtu (26/01/2019).

Meski hujan terus mengguyur, namun tak menyurutkan niat jamaah untuk mengikuti acara yang menghadirkan Ustadz UAS tersebut. Pantauan pers, sebelum ustad kondang itu memberikan tausiahnya di panggung utama, tiba-tiba hujan deras dan disertai angin mengguyur.

Jamaat Takbir Saat Diguyur Hujan Deras

Jamaah yang semula telah duduk di lapangan GBLA Bandung berlarian dan mencari tempat berteduh. Namun, sebagian besar jamaah tetap duduk di tempat sambil berpayungan menggunakan sajadah, sorban, dan alat apapun yang bisa digunakan.

Begitu mengejutkan, ketika pembawa acara menyebutkan nama-nama yang hadir semua serentak mengucapkan takbir. Terkhusus ketika Wali Kota Bandung Oded M Danial diberi kesempatan untuk memberikan sambutan di hadapan ribuan jamaah yang sudah basah kuyub.

Begitu Mang Oded sapaannya mengucapkan takbir sebanyak tiga kali dan dilanjut ucapan salam, jamaah yang semula berteduh berlarian kembali ke lapangan utama sambil mengikuti mengucapkan takbir secara serantak.

Semua kembali di berkumpul, bahkan yang di luar stadion masuk dengan bergerombol dan berduyun-duyun. “Mudah-mudahan hujan deras yang Allah turunkan ini diberikan rahmat dan manfaat bagi jamaah yang hadir di sini,” kata Oded di Stadion GBLA, Sabtu (26/1).

Tak hanya itu, Mang Oded pun mengapresiasi kepada seluruh jamaah yang hadir. Serta mengatakan bahwa warga Jawa Barat khususnya Bandung selalu cinta NKRI, ukhuwah, dan membangun kondusifitas.

Ustad Abdul Somad (UAS) mengisi acara Tablig Akbar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) Bandung. Ribuan jamaah memadati lapangan dan tribun stadion. Dalam ceramahnya UAS menjelaskan bahwa dengan kekuasaan, Agama bisa ditolong.  Namun UAS meminta maaf tidak bisa menolong karena tidak memiliki kekuasaan dan seragam layaknya aparat.

“Dulu kan diminta jadi Wapres, enggak mau. UAS tidak bisa menolong dengan seragam karena dia tidak punya seragam, kalau tes tentara tidak lulus karena terlalu kurus. Juga tidak bisa menolong dengan harta tapi bisa menolong dengan suaranya,” jelas UAS di Stadion GBLA Bandung, Sabtu (26/1).

Menurutnya dunia ini harus digenggam oleh orang-orang yang taubat. Baik dalam dunia bisnis begitu juga dengan dunia politik. “Kira-kira politik penting tidak? Gubernur, bupati, wali kota, camat, kepala desa, RT RW taubatlah,” ujarnya.

Belasan ribu hingga puluhan ribu umat memenuhi markas Persib Bandung tersebut. Mereka sangat antusias mengikuti Tabligh Akbar yang mengangkat tema ‘Cinta Islam, Cinta NKRI, Cinta Ukhuwah’.

Dalam tausyiahnya Ustaz Abdul Somad menyerukan sebuah pertobatan dan bagaimana cara hidup setelah tobat.  Pertobatan yang dimaksudkan sang penceramah adalah meninggalkan hal-hal negatif dan memulai hidup baru dengan semangat berlipat.

“Jangan sampai setelah tobat lalu meninggalkan bisnisnya. Jangan! bangkitkan semangat, terus. Yang bisnis konveksi terus. Yang bisnis baju, jaket, topi terus,” seru Ustaz Abdul Somad.

Cinta Produk Dalam Negeri

Selain itu, UAS mengingatkan bahwa masyarakat Indonesia harus tetap dibangkitkan dengan semangat ekonomi umat. Dengan kompak dan semangat, jamaah siap untuk membangkitkan ekonomi umat. Pernyataan UAS itu kemudian diikuti dengan takbir oleh.

Ustaz Abdul Somad juga mengajak umat untuk mencintai produk dalam negeri.  Ia pun mencontohkan dirinya yang cinta dan konsisten mengenakan produk dalam negeri.

Ustaz bahkan sampai membuka sepatu yang ia kenakan, mengangkatnya hingga sejajar dada untuk memperlihatkan tulisan di dalam sepatunya. “Engkau kaya bukan dari bajumu yang impor, tapi pakailah poduksi dalam negeri.

Cinta produk dalam negeri, itu Abdul Somad pandai ceramah saja, jangan-jangan yang ia pakai buatan luar negeri. Oke, kalau begitu kita buka sekarang,” kata Ustaz Abdul Somad sambil mengangkat sepatu sebelah kanan dan membaca tulisan di dalamya.

“Bunut, di mana Bunut itu Pak Ustaz, dekat Medan sana. Kenapa Ustaz tidak pakai Cibaduyut, sudah banyak yang mengiklankan,” kata  Ustaz Abdul Somad.

Bunut merupakan satu daerah di Kisaran Barat, Asahan, Medan Sumatera Utara (Sumut).  Menurut Ustaz Abdul Somad, memakai produk dalam negeri dengan serta merta akan membangkitkan ekonomi umat.

Tabligh Akbar bertajuk ‘Cinta Islam, Cinta NKRI, Cinta Ukhuwah’ ini dihadiri sejumlah artis Ibu Kota. Di antaranya Teuku Wisnu, Arie Untung, Dimas Seto, dan masih banyak lagi. Selain itu, Wali Kota Bandung Oded M Danial juga hadir sekaligus memberi sambutan dalam acara  tersebut.  1500 personil panitia sudah melakukan berbagai persiapan, sejak Jumat kemarin untuk acara Tabligh Akbar di stadion GBLA berdaya tampung 38.000 kursi

 Kisah UAS dan Jamaah Umrah Menuju Gua Hira   

Awal 2019 ini Ustadz Abdul Somad melakukan ibadah Umroh ke Tanah Suci. Ustadz Abdul Somad menangis saat berbicara di tengah-tengah jemaah Umroh yang sedang menuju Gua Hira tempat Rasulullah SAW menerima wahyu.

“Hari ini kita tak pernah merencanakan bahwa akan bersama di tanah suci Makkah. Datang dari berbagai latar belakang, yang menyatukan kita satu ikatan La Ila ha Illa Allah Muhammad Rasulullah,” kata Ustadz Abdul Somad.

Dari atas Jabal Nur, tempat Nabi Muhammad SAW menerima wahyu, kita dapat menyaksikan kota Makkah al Mukarromah. “Betapa kecilnya kita di hadapan kuasa Allah SWT. Kita tak ada apa-apanya,” kata Ustadz Somad.

Sekali-sekali kita perlu naik ke atas melihat ke bawah.  “Pemetaan. Dimana kita berada akan kemana kita pergi, apa yang sudah kita siapkan,” katanya.

Kebersamaan ini tak lama. Hanya sekadar malaikat maut datang mencabut nyawa. Kalau sempat kita beramal soleh beribadah, bersama di sini, bersama karna Allah. “Bukan karena politik, bukan karena ormas bukan karena dunia bukan karena kepentingan dan setelah inipun kita akan pergi ke tempat yang lebih kekal dan abadi,” katanya.

Sekarang ini panas terik. Tak lama lagi azan Zuhur berkumandang dari tanah suci Makkah al Mukarromah. “Tapi ada yang mendapatkan naungan nanti. Saat itu tak ada naungan kecuali naungan singgasana Allah,” ujarnya.

Ustadz Abdul Somad menjelaskan, mereka yang naik ke atas ini bukan karena batu-batu yang keras dan tajam. “Kami datang ke atas ini karena dia (Rasulullah SAW) yang pernah sampai ke atas. Apa yang kami cari ke atas ini, tidak ada,” katanya.

Hanya ingin sekadar merasakan apa yang dulu dia rasakan. Hanya ingin sekadar merasakan bagaimana detak jantungnya.  Bagaimana hembusan nafasnya, bagaimana goyah kakinya, bagaimana ayunan tangannya, 1440 tahun yang lalu.

Lebih dari pada itu, bagaimana kira-kira perasaannya saat itu. Saat dia dicaci maki, disumpah serapah. Saat dia dibenci, tidak disukai. Rasa itu yang tidak dapat diungkapkan dari hanya sekadar membaca buku.  Rasa itu yang tidak mungkin dirasakan orang yang hanya melihat gambar.  “Itu sebenarnya yang ingin kami cari. Tidak ingin yang lain,” tegas Ustadz Abdul Somad.

Kami tidak dapat mendekatkan diri kepada Nabi karena kami tidak hidup di zaman Nabi SAW Kami tidaklah seperti Anas bin Malik yang mencium tapak tangan Nabi SAW.

Kami tidak seperti Abu Hurairoh yang hidup ikut kemana saja menghafal ucapan kata-katanya. Kami hanyalah hamba-Mu yang hidup 14 abad setelah dia. Kami tak melihat wajahnya, kami tak melihat rupanya.

Salahkah kami bisa menapaki tapak-tapak kakinya? Salahkah kami bila ingin melihat, merasakan yang pernah dia rasakan dulu? Kami hanya ingin ketika kami mati, kalimat yang keluar dari mulut kami adalah kalimat yang dia ajarkan.  “Laa ilaha Illallah Muhammad Rasulullah,” katanya.

2 Mualaf Ikrar dua kalimat sahadat

Sebelum acara selesai, dua orang mengucapkan dua kalimat sahadat yang dipandu oleh UAS. Keduanya telah menjadi mualaf, yakni Danil dan Alexson.  (7o3Rn4L:__TiM Lipsus)

0Shares

Related posts

Keberadaan SMK di Jabar Dievaluasi

Lucky Iskandar

K.H. Aa Gym Hadiri Nikah Massal di Malam Tahun Baru Tengah Digelar Pemprov DKI Jakarta

iim

Soal Maraknya Demo Mahasiswa, Pimpinan Ponpes Al-Muhajirin Purwakarta Angkat Bicara

Lucky Iskandar

Leave a Comment