Pemerintah Segera Akan Lakukan Rekontruksi Hunia Baru Pasca Tsunami

JURNAL AKTUALINDO.- Pemerintah akan merelokasi permukiman di sepanjang pesisir khususnya yang rawan terdampak tsunami di pesisir Anyer sampai ke Sumur, Pandeglang. Prioritas akan diberikan pada bangunan yang hancur akibat tsunami pada Sabtu (22/12) lalu. “Prioritas yang sekarang yang sudah rusak karena bencana tsunami,” kata Mensos Agus Gumiwang Kartasasmita kepada wartawan , Banten, belum lama ini.

Katanya, relokasi ini memang sebaiknya dilakukan pada seluruh rumah yang ada di jalur rawan bencana tsunami di Banten. Tapi sebelumnya, rencana relokasi ini akan dibicarakan bersama pemerintah daerah dan kementerian terkait. “Untuk penyempurnaan jangka panjang akan lebih baik seluruh rumah yang ada di jalur rawan bisa kita relokasi,” kata

Tapi, ia melanjutkan rencana relokasi dan rehabilitasi ini akan dilakukan setelah periode 14 hari tanggap darurat bencana di Pandeglang selesai. Berapa jumlah pemukiman yang akan direlokasi, pemerintah menunggu data dari Pemda setempat. “Setelah tanggap darurat masuk ke tahap rekontruksi dan rehabilitasi. Ada tanggung jawab semua kementerian. Untuk rekontruksi kewenangan PUPR, perumahan yang rusak akan jadi tanggung jawab pemerintah,” katanya.

sementara itu, proses relokasi akan menunggu pihak terkait seperti Gubernur dan Bupati. Namun, sebelum itu, puing-puing yang terseret gelombang besar tersebut harus segera dibersihkan. “Perbaikannya, satu kita menunggu pak gubernur dan bupati, kalau ada daerah relokasi kita akan segera bangun, tapi sekarang saya minta bersihkan semua,” Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono kepada pers pada sewaktu yang lalu.

Lebih dari itu, Basuki mencatat, berdasarkan data BNPB ada sekitar 600 rumah di Banten dan Lampung yang rusak akibat tsunami tersebut. “Perbaikannya, satu kita menunggu Pak Gubernur dan Bupati kalau ada daerah relokasi kita akan segera bangun, tapi sekarang saya minta bersihkan semua, sudah dipinggirkan, saya telpon Kepala Balai yang jadi komandannya bawa keluar dari kampung,” tuturnya.

Gubernur akan Relokasi permukiman baru

Sementara itu Pemprov Banten memperkirakan ada 1.800 rumah di pinggir pantai yang perlu direlokasi akibat tsunami Selat Sunda. Lokasi untuk relokasi akan disiapkan di wilayah yang aman dari bencana. “Jumlahnya masih terus di-update. Ada 1.300an sampai 1.800-an rumah. Itu dari Anyer sampai Sumur, wilayah kita,” kata Gubernur Banten Wahidin Halim di Labuan, Pandeglang, Kamis (3/1/2019).

Wahidin menyebut lokasi yang disiapkan juga tidak terlalu jauh dari aktivitas mereka sehari-hari. Apalagi bagi mereka yang sebelumnya bekerja sebagai nelayan.”Kita koordinasi dengan BPN (Badan Pertanahan Nasional), mana tanah yang bisa dijadikan lahan untuk relokasi,” paparnya.

Saat ini kebutuhan anggaran untuk relokasi akan dibahas, termasuk dengan pihak kementerian yang akan membantu relokasi. Dari informasi terakhir, Wahidin menyebut anggaran disiapkan kementerian terkait, seperti Kementerian Sosial dan Kementerian BUMN, sampai BNPB, termasuk pemda. “Data ini akan kita dapatnya standar (bangunan) dan berapa rumahnya. Kita hati-hati sekali, nanti salah buatnya, nanti kita kena pidana korupsi,” katanya.

Resimen Zeni Diturunkan Rekontruksi hunia korban tsunami

Gubernur Banten Wahidin Halim juga meminta bantuan kepada Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto untuk proses relokasi sampai pembangunan revitalisasi hunian baru bagi warga yang terdampak Tsunami Selant Sunda tiga pekan lalu.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto akan menyiapkan pasukan Resimen Zeni untuk proses rekonstruksi hunian pascatsunami Selat Sunda. Personel akan dikerahkan setelah masa tanggap darurat dinyatakan berakhir pada 5 Januari.

“Saat ini masih masuk tanggap darurat. Nanti ketika masuk rehabilitasi, saya sudah bilang kepada Bupati, tenaga Zeni Konstruksi membantu pembuatan hunian sementara dan tetap,” kata Marsekal Hadi kepada wartawan di Labuan, Pandeglang, Banten, Kamis (3/1/2019).

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto akan menyiapkan pasukan resimen Zeni Konstruksi untuk proses rekonstruksi hunian pascatsunami Selat Sunda. Personel akan dikerahkan setelah masa tanggap darurat dinyatakan berakhir pada 5 Januari.

Pilih-pilih lokasi permukiman baru

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan saat ini pemerintah masih mencari tempat relokasi pemukiman warga yang terdampak tsunami Selat Sunda beberapa waktu lalu. “Ini sedang mencari daerahnya mau ditaruh di mana, ada tempat ditunjuk Pemda tapi 20 km dari situ, sangat lama (jarak tempuh),” jelasnya di gedung Kementerian PUPR, Jakarta, Kamis (27/12/3018).

Basuki mengatakan sejumlah pemukiman di Lampung jadi wilayah yang paling terkena dampak tsunami. Sebab, beberapa pemukiman itu terletak hanya 5 meter (m) dari bibir pantai. “Kalau rumah akan kita bantu bangun tapi harus direlokasi karena cuma 5 m dari pantai rumahnya, betul-betul di bibir pantai. Bahaya. Persis di Krakatau (depannya). Walaupun kita telah bikin tanggul pantai di situ,” jelasnya.

Untuk sementara, TNI masih menunggu lokasi yang aman yang akan dibangun hunian bagi para korban. Dia mengharapkan, lokasi yang ditentukan oleh pemerintah pusat dan daerah adalah lokasi yang aman dari potensi bencana. “Nanti dicarikan yang aman apabila ada gelombang pasang lagi sehingga yang diharapkan para korban bencana akan mendapatkan hunian aman,” paparnya.

Untuk personel yang diturunkan, lanjut Hadi, tergantung dari jumlah rumah yang akan direhabilitasi dan relokasi pascabencana. “Kebutuhan nanti berapa rumah dan target berapa bulan sehingga kita bisa kalkulasi berapa personel dari Zeni Konstruksi akan kita terjunkan. Yang jelas, permintaan Bupati dan Gubernur minta bantuan tenaga Zeni Konstruksi. Lokasi (hunian) menurut informasi baru,” tegasnya. (7o3Rn4L)

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *